Beranda Olahraga IPSI Cilegon Dituntut Dongkrak Prestasi di Porprov 2022

IPSI Cilegon Dituntut Dongkrak Prestasi di Porprov 2022

Ketua IPSI Cilegon, Muharman Koto. (Ist)

CILEGON – Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Cilegon, Muharman Koto mengungkapkan, kendati di tengah pandemi Covid-19, pihaknya tetap akan melakukan seleksi atlet dalam persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VI Banten tahun 2022 mendatang di Kota Tangerang.

Pernyataan itu diungkapkannya usai kembali terpilih secara aklamasi pada Musyawarah Kota (Muskot) V IPSI Cilegon di Hotel Grand Mangku Putra, Sabtu (13/2/2021).

“IPSI Cilegon itu harusnya sudah punya atlet, tapi karena kondisi PORKOT Cilegon 2020 lalu itu tidak dilaksanakan karena pandemi Covid-19, jadi kami akan mengadakan seleksi atlet untuk PORPROV 2022 di Kota Tangerang,” ujarnya.





Langkah tersebut, kata dia, sekaligus menjawab tuntutan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banten dan IPSI Banten yang mengharapkan agar IPSI Cilegon ke depan lebih mengutamakan prestasi atletnya selain menjaga tradisi kebudayaan.

“Insha Allah nanti setelah dibentuk formatur, segera kami akan memanggil semua atlet yang ada di Kota Cilegon untuk persiapan PORPROV itu. Seleksinya mulai dari tingkat Kecamatan, dan tentu akan kami seleksi lagi untuk mewakili Kota Cilegon,” imbuhnya.

Adanya tambahan energi baru dari tiga pilar perguruan pencak silat yakni Bandrong, Terumbu dan TTKDH di internal IPSI Cilegon, ia berharap akan dapat lebih meningkatkan prestasi atlet pencak silat Kota Cilegon yang pada PORPROV 2018 silam berhasil meraih 5 emas, 1 perak dan 6 perunggu.

“Pada prinsipnya KONI Cilegon kan akan selalu mendukung langkah IPSI Cilegon selama itu sesuai dengan AD/ART organisasi. Harapan kami, dengan kepengurusan yang baru, semangat baru, apalagi kita akan menghadapi PORPROV tahun depan,” ujar Ketua KONI Cilegon, Abdul Salam.

Salam menambahkan, kepengurusan IPSI Cilegon yang akan segera dibentuk diharapkan dapat lebih meningkatkan soliditas dan berkontribusi lebih terhadap prestasi yang sudah diraih organisasi.

“Kita tidak mengenyampingkan budayanya saja, karena (pencak silat) itu kan murni milik warga Indonesia, tapi juga berkontribusi dalam bentuk prestasi ini juga tidak kalah penting, harus dipersembahkan ke Pemkot Cilegon,” tandasnya. (dev/red)