CILEGON – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon mengklaim sejumlah indikator pembangunan menunjukkan tren positif sepanjang 2025.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik, angka kemiskinan turun, dan ketimpangan menyempit. Namun di balik itu, tingkat pengangguran justru meningkat.
Wali Kota Cilegon, Robinsar menyebut, IPM naik dari 78,83 menjadi 79,54 poin. Ia menilai capaian tersebut mencerminkan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“IPM meningkat menjadi 79,54 dari sebelumnya 78,83 poin,” ujarnya saat menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) 2025 di rapat paripurna DPRD Cilegon, Kamis (9/4/2026).
Selain itu, tingkat kemiskinan juga mengalami penurunan meski tipis, dari 3,75 persen menjadi 3,44 persen. Sementara Gini Ratio membaik dari 0,360 menjadi 0,329, yang menandakan ketimpangan pendapatan semakin mengecil.
“Ini menunjukkan pembangunan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” kata Robinsar.
Namun, capaian tersebut tidak diikuti sektor ketenagakerjaan. Pemkot mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) justru naik cukup signifikan, dari 6,08 persen menjadi 7,41 persen.
Kenaikan ini menjadi catatan serius bagi Pemkot Cilegon. Robinsar menegaskan, dibutuhkan langkah konkret dan kolaborasi lintas sektor untuk menekan angka pengangguran.
“Kondisi ini memerlukan intervensi yang lebih terarah, kolaboratif, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Kondisi paradoks ini menjadi tantangan bagi Pemkot Cilegon, di satu sisi indikator makro membaik, namun di sisi lain lapangan kerja belum mampu menyerap angkatan kerja secara optimal.
Penulis : Maulana
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
