Beranda Pemerintahan Investor Tawarkan Proyek Rp4 Triliun Olah Sampah Jadi Uap di Banten

Investor Tawarkan Proyek Rp4 Triliun Olah Sampah Jadi Uap di Banten

Direktur Utama PT SSE, Mahadir usai pertemuan dengan Pemprov Banten. (Audindra/bantennews)

SERANG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mendapat tawaran investasi Rp4 triliun untuk membangun pabrik pengurai sampah menjadi uap dan gas cair. Perusahaan pengusul, PT Solusindo Sampah Energi (SSE), menargetkan Banten sebagai proyek percontohan di Indonesia.

Direktur Utama PT SSE, Mahadir mengatakan, teknologi yang mereka bawa berasal dari Jepang dan sudah beroperasi di sejumlah negara.

Ia menilai Banten, khususnya kawasan industri di Cilegon, membutuhkan pasokan uap besar untuk menggerakkan turbin industri.

“Industri di Cilegon masih mengandalkan batu bara untuk menghasilkan uap. Biayanya tinggi dan menimbulkan masalah lingkungan,” ujar Mahadir usai bertemu Gubernur Banten di Gedung Negara, Jalan Brigjen Syamun, Kota Serang, Rabu (6/5/2026).

Mahadir mengklaim, teknologi ini mampu mengolah sampah tanpa pemilahan. Setiap 1.000 ton sampah dapat menghasilkan hingga 2.500 ton gas cair.

Perusahaan menggandeng mitra Jepang, Kanadevia, untuk menjalankan proyek tersebut. Ia menjelaskan lebih dari 90 persen hasil olahan berupa uap.

Sisanya bisa diolah menjadi oksigen atau metanol yang berguna sebagai bahan baku industri plastik dan campuran bahan bakar seperti CPO untuk pengembangan B30 hingga B50.

PT SSE menegaskan, seluruh pembiayaan berasal dari investasi swasta tanpa melibatkan APBD. Perusahaan juga menanggung pengangkutan sampah dari tempat pembuangan ke pabrik.

Uap hasil produksi akan disalurkan langsung ke industri melalui jaringan pipa. Mahadir menekankan operasional pabrik harus berjalan tanpa henti agar sistem tetap stabil.

“Kalau sudah beroperasi, tidak boleh berhenti. Pasokan sampah harus terus jalan, kalau tidak, sistem bisa bermasalah,” tegasnya.

Penulis : Audindra Kusuma
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd