
LEBAK – Realisasi investasi Kabupaten Lebak mencapai Rp1,19 triliun sepanjang semester I 2026. Capaian tersebut sudah menyentuh 84 persen dari target investasi tahun ini yang mencapai Rp1,41 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lebak, Lingga Segara mengatakan, realisasi investasi itu berasal dari laporan pelaku usaha menengah dan besar melalui sistem Online Single Submission (OSS).
“Realisasi investasi sampai dengan semester I Januari-Juni 2026, telah mencapai Rp1,19 triliun. Dengan rincian Triwulan I Rp580 miliar dan Triwulan II Rp607 miliar,” kata Lingga kepada Bantennews, Selasa (11/8/2026).
Pada Triwulan II 2026, investor menggelontorkan Rp607 miliar. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menyumbang Rp441 miliar melalui 646 proyek, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp166 miliar melalui 94 proyek.
Lingga menyebut tiga sektor sebagai penopang utama investasi pada periode April-Juni 2026. Sektor listrik, gas dan air menyumbang Rp143 miliar, transportasi, pergudangan dan telekomunikasi Rp111 miliar, sedangkan perumahan, kawasan industri dan perkotaan mencapai Rp85 miliar.
Investasi tersebut juga membuka lapangan kerja. Sebanyak 2.984 tenaga kerja Indonesia mendapat pekerjaan dari 216 perusahaan dengan total 740 proyek pada Triwulan II.
Investor dari sejumlah negara ikut mengalirkan modal ke Lebak. Tiongkok, Singapura, Hong Kong, Malaysia dan Korea Selatan masuk dalam daftar negara dengan investasi terbesar.
Jika dihitung secara kumulatif, PMDN sepanjang semester I mencapai Rp885 miliar melalui 1.212 proyek. Sementara PMA mencapai Rp302 miliar melalui 192 proyek.
Tiga sektor kembali mendominasi investasi semester I. Sektor listrik, gas dan air mencatat Rp269 miliar, transportasi, pergudangan dan telekomunikasi Rp266 miliar, serta perumahan, kawasan industri dan perkotaan Rp183 miliar.
Realisasi tersebut juga menyerap 5.840 tenaga kerja Indonesia dari 257 perusahaan dengan total 1.404 proyek.
Lingga menilai capaian Rp1,19 triliun menunjukkan minat investor terhadap Kabupaten Lebak terus menguat, terutama pada sektor infrastruktur dasar.
“Kami berkomitmen terus mempermudah perizinan dan pendampingan usaha agar target Rp1,41 triliun di akhir tahun ini bisa tercapai. Yang penting manfaatnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi daerah,” tandasnya.
Penulis : Mg-Aldo Marantika
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd