LEBAK — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Lebak pada Minggu, 24 Mei 2026, mengakibatkan sejumlah akses jalan di wilayah Lebak Selatan tertutup material longsor.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak, Sukanta, mengatakan longsor yang terjadi di beberapa titik dipicu oleh tingginya curah hujan serta kondisi tanah yang labil.
“Material longsor saat ini tengah dilakukan pembersihan oleh Dinas PUPR Provinsi Banten,” kata Sukanta kepada awak media, Senin (26/5/2026).
Ia mengungkapkan, selain longsor, banjir juga merendam puluhan rumah warga di Kecamatan Bayah, tepatnya di Desa Cidikit dan Bayah Barat.
“Sedikitnya 33 rumah terendam akibat luapan air setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizki Pratama menambahkan, total warga terdampak bencana mencapai 44 kepala keluarga atau 176 jiwa. Selain itu, tercatat tiga rumah mengalami rusak berat, dua rumah rusak sedang, dan dua rumah rusak ringan.
“Tidak ada korban jiwa maupun pengungsi dalam kejadian ini. Saat ini kondisi banjir di Bayah mulai surut dan warga sudah mulai membersihkan rumah masing-masing,” ucapnya.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, bencana hidrometeorologi terjadi di lima kecamatan, yakni Cibeber, Banjarsari, Cilograng, Leuwidamar, dan Bayah. Selain longsor, hujan dengan intensitas tinggi juga memicu banjir serta angin kencang di sejumlah titik.
Wilayah terdampak paling parah berada di Kecamatan Cibeber. Longsor tersebar di sejumlah desa, seperti Gunungwangun, Neglasari, Hegarmanah, Cikadu, Kujangjaya, hingga Cisungsang. Material longsor menutup sejumlah ruas jalan kabupaten dan akses warga.
Penulis: Sandi Sudrajat
Editor: Usman Temposo
