
PANDEGLANG — Sumantri (27), terduga pelaku penganiayaan yang menewaskan tetangganya, Dulmalik (50), mengungkap kronologi keributan yang berujung maut di Kampung Geleuhcareuh, Desa Pasireurih, Kecamatan Cipeucang, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Saat ditemui di Polsek Cimanuk, Sumantri menceritakan peristiwa yang bermula saat dirinya memanggil adiknya, Arman, yang sedang bermain di halaman rumah. Saat itu, waktu Magrib tiba dan Sumantri meminta adiknya segera pulang.
Namun, ketika Sumantri memanggil adiknya, Dulmalik keluar dari rumahnya hendak menunaikan salat Magrib. Menurut Sumantri, korban kemudian mendatangi Arman dan memukul bagian lehernya.
“Awalnya adik saya naik pohon terus saya panggil, Sawali gera balik (Sawali segera pulang). Nah pas manggil itu korban lewat terus mendatangi adik saya katanya ngapain kamu ngomong Malik (nama korban) ke adik saya yang bernama Arman sambil pukul lehernya. Mungkin pas saya bilang balik dia dengernya Malik,” kata Sumantri, Rabu (9/9/2026).
Melihat adiknya mendapat pukulan, Sumantri langsung menghampiri keduanya. Ia mengaku hendak melerai sekaligus menanyakan alasan Dulmalik memukul Arman.
Namun, menurut pengakuannya, Dulmalik justru memukul bagian lehernya. Sumantri kemudian mengaku menangkis pukulan tersebut sebelum warga datang memisahkan mereka.
“Saya berusaha memisahkan sambil nanya apa maksudnya tapi saya malah ditampar lehernya sama korban, saya mau duduk dipukul lagi sama dia (korban), dia mau mukul lagi dua kali tapi saya tangkis terus dipisahkan sama warga,” jelasnya.
Keributan sempat berhenti setelah warga melerai keduanya. Namun, Sumantri mengaku kembali terpancing emosi setelah korban mengeluarkan perkataan yang menurutnya bernada tantangan.
Sumantri kemudian mendatangi korban dan melayangkan satu pukulan. Ia mengaku tidak mengetahui bagian tubuh korban yang terkena pukulan karena warga saat itu masih berusaha melerai.
“Setelah dipisahkan dia nantangin lagi, saya samperin terus saya pukul satu kali tapi ga tahu dipukul bagian mana soalnya itu lagi banyak warga yang berusaha melerai,” ungkapnya.
Setelah itu, Sumantri mengaku kembali ke rumah dan tidak mengetahui kondisi Dulmalik. Ia baru mengetahui perkembangan kejadian setelah warga membawa korban ke puskesmas.
“Abis itu saya ga tahu lagi karena saya balik ke rumah terus merokok disitu, jadi ga tahu kalau korban ini dibawa ke puskesmas,” ucapnya.
Dulmalik kemudian meninggal dunia setelah mendapat perawatan medis.
Kapolsek Cimanuk AKP, Agus Salim mengatakan, Sumantri menyerahkan diri ke Polsek Cimanuk setelah kejadian. Polisi langsung mengamankan Sumantri untuk mencegah terjadinya persoalan lanjutan sekaligus menjalankan proses penyelidikan.
“Pelaku menyerahkan diri ke Polsek. Kami amankan karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan jika tidak kami amankan,” kata Agus.
Polisi kini mendalami rangkaian peristiwa tersebut, termasuk penyebab keributan hingga kematian Dulmalik.
Penulis : Memed
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd