Beranda Peristiwa Ini Kata Balai TNUK soal Pegawai Koperasi Diterkam Buaya di Pulau Peucang

Ini Kata Balai TNUK soal Pegawai Koperasi Diterkam Buaya di Pulau Peucang

Banner imbauan terpasang di Pulau Peucang Pandeglang. (Istimewa)

PANDEGLANG – Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Ardi Andono, angkat bicara terkait insiden pegawai koperasi TNUK bernama Yogi yang diterkam buaya saat berenang di bawah dermaga Pulau Peucang, Senin (29/6/2026) lalu sekitar pukul 09.00 WIB.

Ardi mengatakan saat insiden terjadi, kondisi di lokasi sedang sepi sehingga tidak ada aktivitas pengawasan yang bisa mendeteksi keberadaan buaya.

Menurutnya, pihak TNUK kini fokus mencari buaya yang diduga menyerang korban untuk segera ditangkap dan dipindahkan.

“Kami sangat berduka atas kejadian ini. Saat itu korban sendirian dan suasana sepi, sehingga keberadaan buaya tidak terpantau. Ini kejadian pertama di Peucang. Kami sedang mencari buaya tersebut untuk ditangkap lalu dipindahkan ke habitatnya di Pulau Panaitan,” kata Ardi, Rabu (1/7/2026).

Ardi juga menepis adanya unsur kelalaian dari pihak pengelola kawasan wisata. Ia menegaskan petugas TNUK selalu melakukan pengawasan saat kunjungan wisatawan ramai.

Menurutnya, pengawasan rutin sudah berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Namun, saat kejadian kondisi kawasan wisata sedang tidak ramai pengunjung.

“Kalau ada wisatawan, tim pengawas selalu siaga dan pengamanan berjalan sesuai SOP. Tapi saat kejadian memang sepi, sehingga korban tidak dalam pengawasan petugas,” ujarnya.

Ardi juga membantah anggapan bahwa Pulau Peucang merupakan habitat utama buaya muara atau buaya air asin.

Ia menjelaskan, habitat buaya di kawasan Ujung Kulon berada di wilayah Pulau Panaitan dan Pulau Handeuleum.

Karena itu, kemunculan buaya di Pulau Peucang disebut sebagai kejadian yang tidak biasa.

Ardi tetap memastikan aktivitas wisata di Pulau Peucang aman selama pengunjung mengikuti aturan keselamatan dan tidak berenang sendirian.

Ia mengimbau wisatawan selalu didampingi pemandu atau petugas saat beraktivitas di area perairan.

Baca Juga :  Rantai Gizi Buruk, Lemahnya Pangan Banten

“Peucang bukan habitat buaya. Wisata di Peucang tetap aman, tapi jangan berenang sendirian dan pastikan ada pengawasan petugas,” tegasnya.

Ia menambahkan akses menuju Pulau Peucang juga tidak mudah karena wisatawan harus menempuh perjalanan laut sekitar tiga jam. Mayoritas kunjungan terjadi pada akhir pekan dan umumnya melalui paket wisata resmi dengan pendamping.

Penulis : Memed
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd