Beranda Bisnis Ini Harapan Elemen Masyarakat Setelah Bank Banten Kembali Berstatus Sehat

Ini Harapan Elemen Masyarakat Setelah Bank Banten Kembali Berstatus Sehat

210
0

SERANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mencabut status Bank Pembangunan Daerah Banten atau Bank Banten sebagai Bank Dalam Pengawasan Khusus (BDPK) sejak 6 Mei 2021. Perubahan status tersebut tidak bisa terlepas dari Agus Sabaruddin, figur mantan Direktur Utama (Dirut) Bank Pembangunan Daerah (BPD) Kalimantan Selatan (Kalsel) yang kini menjadi Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah Banten.

Perubahan status Bank Banten sebagai bank sehat tersebut memiliki harapan bagi masyarakat Banten. Harapan tersebut salah satunya datang dari Pembina Majelis Zikir Bumi Alit Padjadjaran Cikeusal, Serang, KH Elang Mangkubumi.

“Kami mengapresiasi perubahan status Bank Banten menjadi bank sehat sebagaimana yang dinyatakan oleh OJK. Tentu perubahan status tersebut bukan kerja ringan Bank Banten ditengah tantangan perbankan daerah yang baru tumbuh. Bentuk prestasi Pak Agus yang baru menjabat sudah terlihat dengan jelas bahwa beliau mampu menjadikan bank Banten sehat kembali,” kata pria yang akrab disapa Abah Elang, Selasa (18/5/2021).

Dalam menentukan perubahan status menjadi bank sehat, lanjut Abah Elang, OJK tentu memiliki indikator yang jelas, transparan serta akuntabel.

“Salah satunya profesionalisme manajemen perbankan. Ini yang memang perlu waktu terutama bagi bank daerah yang diinisiasi dan di-support secara permodalan oleh pemerintah daerah. Situasi saat ini terlihat bahwa ada kemauan keras Bank Banten melakukan transformasi budaya perusahaan. Basis penempatan direksi dan individu mau tidak mau harus mengacu kepada kompetensi dan kualifikasi seseorang,” tandasnya.

Jika landasan utama dalam menjalankan manajemen perbankan sudah mengacu pada profesionalisme maka, penguatan efektivitas karyawan dan produktivitas kerja bukan hal mustahil. “Masyarakat Banten berharap Bank Banten di bawah nakhoda Pak Agus dapat mengembalikan kejayaan Banten dalam bidang ekonomi. Apreasiasi juga untuk Pak Gubernur (Wahidin Halim) yang telah menunjuk Pak Agus Sabarudin,” ujarnya.

Berkaca pada sejarah, Abah Elang melanjutkan, Banten sudah tidak asing dengan sistem keuangan. Mulai dari kondisi ekonomi masa Kesultanan Banten yang mampu menjadi wilayah kosmopolitan perekonomian maritim Nusantara hingga fragmen Banten memiliki mata uang sendiri yang dikenal dengan Oeang Repoeblik Indonesia Daerah Banten (ORIDAB). ORIDAB sendiri merupakan Oeang Republik Indonesia Daerah (ORIDA) pertama yang diterbitkan di Pulau Jawa yang terbit pada Desember 1947.

“Banten punya sejarah panjang dari sisi pemerintahan dan kemandirian ekonomi di masa sulit. Di masa sulit agresi militer II, salah satu kebijakan diambil di sektor ekonomi, yaitu dengan mengeluarkan agar warganya terhindar dari resesi ekonomi yang berkepanjangan. Hal ini sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat yang saat itu berkedudukan di Yogyakarta,” kata Abah Elang.

Maka, ia berharap dari perjalanan sejarah yang panjang itu, Banten memiliki perbankan daerah yang mampu mengembalikan narasi kejayaan Banten di masa lalu. “Tantangan hari ini tentu berbeda. Tapi spiritnya sama. Bagaimana Banten menjadi cenderamata dunia di bawah kepemimpinan Pak Agus,” harapnya. (You/Red)