SERANG – Sejak Walikota Serang memiliki kendaraan dinas baru, masyarakat menilai pembelian mobil dinas (mobdin) Walikota tidak sesui dengan kebutuhan demografi dan tingkat kesejahteraan warga di wilayah Kota Serang.
Kabag Umum dan Perlengkapan Kota Serang, Koswara Mulyana mengatakan rencana pengadaan randis sudah dianggarkan pada APBD perubahan 2018 lalu. Namun, sempat gagal lelang dan menjadi Silpa. Sehingga pada APBD murni 2019 pengadaan randis Walikota itu kembali dilanjutkan.
“Idenya (pengadaan) dari kita, kalau jenisnya (mobil) dikonsultasikan dengan Walikota baru saat itu (Syafrudin), kita kan inginnya setelah dilantik pada 5 Desember Walikota bisa mengunakan randis,” ujarnya, Rabu (20/3/2019).
Ia menjelaskan akibat gagal lelang Walikota Serang Syafrudin sempat menggunakan kendaraan pribadi Toyota Fortuner untuk bertugas. “Bahkan sebelum ada randis Prado ini, pak Wali menggunakan kendaraan pribadi berjenis Fortuner. Itu tanpa sewa,” ujarnya.
Sementara itu Walikota Serang Syafrudin mengatakan, mobil tersebut dianggarkan sebelum dirinya dilantik menjadi Walikota Serang.
Sedangkan pada penyusunan anggaran di perubahan sudah dianggarkan Rp1,8 miliar untuk pengadaan randis. Kemudian karena waktu itu gagal lelang dibelikannya baru-baru ini. “Sebelum ada kendaraan saya pakai kendaraan pribadi,” ujarnya.
Ia menjelaskan sebenarnya jatah randis walikota ada dua, akan tetapi saat ini baru satu unit yang diterima. “Saya kira apapun yang diberikan Pemkot Serang kepada saya, saya terima dan kami syukuri,” jelasnya.
Ia menyebutkan, pemberian randis ini juga bukan hal yang baru dilakukan karena pada tahun 2018 lalu telah dianggarkan di anggaran perubahan. “Jenis sendiri itu dari Pemkot bukan permintaan saya. Saya dikasih apapun saya pasti siap terima,” ujarnya.
Disinggung banyak kritikan dari masyarakat terkait mahalnya harga pembelian randis itu, dia menyebutkan tidak terlalu mahal, karena pada saat pejabat sebelumnya juga pembelian randis jenis Toyota Harrier Rp1,4 miliar kemudian randis Toyota Land Cruiser Prado seharga Rp1,6 miliar. “Tidak terlalu mahal, cuman beda Rp200 juta dari randis sebelumnya,” ujarnya. (Dhe/Red)
