Beranda Kesehatan Indeks Kesehatan Keluarga di Lebak Masih Rendah

Indeks Kesehatan Keluarga di Lebak Masih Rendah

Sekretaris Dinkes Lebak Triatno Supiono. (Ali/bantennews)

LEBAK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak menyebutkan bahwa Indeks Kesehatan Keluarga masyarakat di Kabupaten Lebak masih rendah yakni baru mencapai 11 persen.

Sekretaris Dinkes Lebak, Triatno Supiono mengatakan angka persentase tersebut atas dasar hasil laporan dari petugas puskesmas yang membidangi Program Indonesia Sehat Melalui Pendekatan Keluarga (Pispekta).

“Kami menyimpulkan jumlah keseluruhan tingkat indeks kesehatan di Lebak baru mencapai 11 persen. Sedangkan angka pastinya tidak bisa diperkirakan, lantaran datanya ada di kantor,” katanya, Jumat (21/6/2019).





Menurutnya, ada sebanyak 12 indikator penyebab minimnya indeks kesehatan rendah. Di antaranya yaitu keluarga itu tidak mengikuti program Keluarga Berencana (KB),  tidak memiliki jamban, dan saat bersalin atau melahirkan mereka masih menggunakan jasa paraji nonmedis. Kemudian  keluarga itu penghisap rokok dan keterbatasan kepemilikan kartu Jaminan Kesehatan Nasional atau BPJS.

“Jika masyarakat memenuhi dari kelima indikator tersebut, otomatis indeks kesehatan keluarga bisa mencapai di angka 80 persen saja, dapat disebut indeks kesehatan keluarga sehat,” ungkapnya.

Saat disinggung upaya Dinkes dalam menanggulangi hal itu ia mengaku bahwa dari ke 12 indikator yang ia ketahui hanya lima indikator tentu, sudah dijalankan oleh Dinkes. Seperti pelayanan Posyandu, KB, dan pelayanan umum lainnya.

“Untuk saat ini kita akan mengajak ke pemerintah desa untuk membuat jambanisasi. Sebab jambanisasi salah satu indikator yang harus betul-betul diperhatikan,” ujarnya (Ali/Red)