CILEGON – Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC) melayangkan kritik keras terhadap proses pembentukan dan rencana pelantikan pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Cilegon. Ketua Umum IMC, Ahmad Maki, menilai proses yang berjalan telah jauh menyimpang dari prinsip dasar organisasi serta gagal merepresentasikan pemuda dan mahasiswa sebagai unsur strategis.
Ahmad Maki menjelaskan bahwa sesuai ketentuan pembentukan pengurus KNPI, terdapat dua syarat fundamental yang wajib dipenuhi, yakni adanya rekomendasi resmi dari kelompok pemuda-mahasiswa, serta keterlibatan figur pemuda potensial yang memiliki kapasitas dan rekam jejak jelas.
Namun, menurutnya, hingga kini tidak ada kejelasan mengenai asal kelompok pemuda yang mengusulkan calon pengurus. Pertanyaan mengenai representasi mahasiswa dalam struktur KNPI Cilegon pun tidak menemukan jawaban.
“Tidak ada transparansi, tidak ada klarifikasi, dan tidak ada pelibatan. Ini menjadi tanda tanya besar: apakah struktur itu benar-benar mewakili pemuda Cilegon?” ujarnya.
IMC menilai situasi semakin buruk dengan munculnya polarisasi di kalangan pemuda akibat proses rekrutmen yang tertutup dan sarat kepentingan. Selain itu, komposisi pengurus yang disiapkan dinilai tidak sesuai komitmen “KNPI Satu”, menyebabkan KNPI Cilegon hingga kini belum benar-benar bersatu. Kondisi tersebut disebut sebagai kegagalan nyata proyek persatuan KNPI.
“Alih-alih menjadi wadah persatuan, KNPI justru berpotensi menjadi sumber konflik baru,” tegas Ahmad Maki.
Dalam pernyataan sikapnya, IMC menuntut penundaan pelantikan pengurus KNPI yang dianggap tidak representatif. IMC juga meminta dilakukan audit serta evaluasi ulang komposisi pengurus dengan melibatkan seluruh unsur pemuda, terutama mahasiswa, serta menghentikan segala bentuk manuver politik yang mencederai prinsip persatuan.
Ahmad Maki juga menegaskan bahwa Dispora tidak boleh mengeluarkan hibah kepada KNPI selama organisasi tersebut belum bersatu secara legal dan struktural, karena berpotensi menimbulkan pelanggaran hukum.
“Mahasiswa bukan penonton, bukan pelengkap, dan bukan objek yang diabaikan. Mahasiswa adalah subjek perjuangan pemuda. Jika KNPI ingin bicara tentang persatuan, satukan dulu pemudanya secara adil dan berintegritas,” tutup Ahmad Maki.
Terkait hal ini belum ada tanggapan dari pengurus KNPI Kota Cilegon. Wartawan masih mengkonfirmasi pihak terkait.
Penulis: Usman Temposo
Editor: Wahyudin
