
TANGERANG – Puluhan pelajar yang hendak mengikuti aksi penolakan Undang-undang Cipta Kerja diamankan Personel Polres Metro Tangerang Kota, Kamis (8/10/2020). Mereka berencana ikut menyampaikan aspirasinya ke Istana Negara terkait Undang-undang Cipta Kerja.
Pantauan BantenNews.co.id massa aksi terus berupaya menerobos berikade petugas di Jalan Daan Mogot, Kelurahan Batuceper, Kecamatan Batucer. Massa aksi melempari petugas yang dilengkapi prisai dan pentungan kayu dengan batu.
Terus merangsek mendekati petugas, massa aksi mengepung polisi dari sisi kanan dan kiri sehingga petugas masuk ke Kawasan Pusat Niaga Terpadu dan akhirnya massa bisa menerobos blokade lalu ke Jakarta.
Sebelum menerobos blokade, bentrokan antara masa aksi dengan petugas sempat pecah. Sebanyak 5 pelajar sempat dilarikan ke ambulan PMI untuk mendapat perawatan.
Dalam peristiwa itu Polres Metro Tangerang Kota juga mengamankan 50 lebih pelajar yang hendak mengikuti aksi. Mereka diamankan agar tidak mengikuti demonstrasi karena masih dibawah umur.
Para pelajar tersebut diminta membuat pernyataan untuk tidak mengulangi aksi mereka. Orangtua mereka juga dipanggil agar memberikan bimbingan kepada anak mereka.
Orang tua pelajar, Siti Fadilah datang ke Polres Tangerang Kota sambil meluapkan kekesalannya pada sang anak. Dia mengaku telah memperingati kedua anaknya yang tertangkap untuk tidak ikut-ikutan demo.
“Kan sudah dibilang jangan ikut-ikutan, jadi anak kok bandel banget bukannya diem di rumah aja,” ujar Siti sambil menjewer kuping anaknya.
Siti menuturkan, kedua anaknya merupakan santri. Namun, semenjak pandemi Covid-19 mereka kembali ke rumah dan menjalankan pembelajaran secara daring.
“Sudah disuruh belajar aja di rumah, kamu tanya pak ustad kapan masuk lagi,” tuturnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Jamaludin menuturkan, banyaknya pelajar yang ikut unjuk rasa menandakan pengawasan orangtua kepada anaknya masih rendah. Mengingat, selama pandemi mereka belajar di rumah secara daring.
“Pihak sekolah mungkin tidak bisa mengontrol, karena memang sekolah masih menggunakan sistem online. Kami harap, orangtua bisa ikut andil dalam pengawas terhadap anaknya,” ungkapnya.
(Wan/Red)