Beranda Komunitas IKA PMII Ingin Harlah untuk Pertegas Jati Diri Organisasi

IKA PMII Ingin Harlah untuk Pertegas Jati Diri Organisasi

Acara buka bersama dan santunan yang digelar PMII Pandeglang. (Memes/bantennews)

PANDEGLANG – Ketua Umun Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Kabupaten Pandeglang, Nandang Kosim menginginkan peringatan Hari Lahir (Harlah) PMII yang ke 61 mampu mempertegas jati diri organisasi.

Peringatan Harlah yang digelar di Gedung Kewedanaan Menes, Kecamatan Menes selain diisi dengan kegiatan buka bersama, dialog publik juga diisi dengan kegiatan Bhakti Sosial (Baksos) berupa santunan pada anak yatim piatu.

“Saya selaku Ketua Umum IKA-PMII sangat mengapresiasi kegiatan buka bersama dan dialog publik sekaligus santunan anak yatim piatu dalam rangka memperingati Harlah PMII ke-61,” ucap Nandang, Senin (19/4/2021).

Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi keluarga besar PMII Pandeglang dalam menjalin silaturahmi dan bertukar wawasan antar kader dan alumni serta menjadi momentum strategis dalam melakukan revitalisasi terhadap makna ‘pergerakan’ yang dikandung dalam PMII.

“PMII harus senantiasa bergerak dinamis menuju tujuan idealnya, memberikan kontribusi positif pada alam sekitarnya. PMII dalam hubungannya dengan organisasi mahasiswa menuntut upaya sadar untuk membina dan mengembangkan potensi ketuhanan dan kemanusiaan agar gerak dinamika menuju tujuannya selalu berada di dalam kualitas kekhalifahannya,” jelasnya.

“Harlah PMII ke-61 harus mempertegas jati diri PMII sebagi organisasi mahasiswa yang berhaluan Islam ahlussunah wal jama’ah yang memiliki konsep pendekatan terhadap ajaran agama Islam secara proporsional antara iman, Islam, dan ikhsan yang di dalam pola pikir, pola sikap, dan pola perilakunya tercermin sikap-sikap selektif, akomodatif, dan integratif. Islam terbuka, progresif, dan transformatif. menerima dan menghargai segala bentuk perbedaan,” sambungnya.

Oleh karena itu, dirinya berharap PMII Pandeglang dapat menjadi alternatif kekuatan civil society dalam membangun kekuatan rakyat dengan mengangkat berbagai isu yang bersifat kerakyatan.

“Pola gerakan tidak lagi terpaku pada program yang ketat dan struktur organisasi terkonsolidir akan tetapi lebih pada perkembangan isu, issued based movement dan pengembangan jaringan. Begitu juga isu gerakan dapat bersifat lintas sektoral, mulai dari isu mikro yang bersifat local sampai yang bersifat makro nasional. PMII pandeglang juga harus mampu bekerjasama dengan kekuatan civil society strategis lainnya yang memungkinkan mahasiswa dapat mengejawentahkan berbagai isu tadi,” tutupnya. (Med/Red)