Beranda Politik IDI Berharap Tiga Masalah Ini Diangkat di Debat Pilpres

IDI Berharap Tiga Masalah Ini Diangkat di Debat Pilpres

122
0
Suasana Debat Pilpres 2019 Pertama - foto istimewa kompas.com

JAKARTA – Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia Daeng Mohammad Faqih menekankan tiga permasalahan di bidangkesehatan yang perlu dibahas dan dicari solusinya dalam debat calon wakil presiden. Ketiga masalah tersebut adalah :

1. Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)

Daeng yang dikutip kompas.com dari kantor berita Antara menjelaskan, masalah pertama yang harus mendapat sorotan adalah pembenahan sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Menurut dia, JKN adalah salah satu program yang sangat bermanfaat untuk masyarakat tapi butuh penyempurnaan untuk ke depannya.

Baca juga: Angka TBC Indonesia Terbesar Ketiga di Dunia, tapi Pengobatan Minim

“JKN perlu diperhatikan untuk dibenahi, mulai dari regulasi, ketersediaan dana dan lain-lain, supaya tidak defisit terus, pelayanan jadi baik,” terang Daeng.

Melalui Daeng, IDI berharap mendapat pemimpin yang tidak hanya sekadar menyelesaikan masalah defisit BPJS Kesehatan dalam hal JKN, tapi yang mampu memperbaiki program jaminan sosial lebih baik.

2. Berbagai masalah kesehatan Indonesia

Selain JKN, hal penting lain yang harus jadi pembahasan adalah mengatasi berbagai masalah kesehatan di Indonesia.

Daeng menuturkan ada banyak PR di bidang kesehatan yang perlu ditangani. Mulai dari angka kematian ibu dan anak yang masih tinggi, prevalensi stunting yang masih di angka 30,8 persen, penyakit menular dan tidak menular dan lain-lain.

Daeng berharap agar kedua calon wakil presiden yang akan melaksanakan debat pada 17 Maret 2019 di Hotel Sultan Jakarta dapat memberi solusi dengan memperbaiki dari hulunya.

3. Daya saing sumber daya kesehatan

Hal yang tak kalah penting adalah persoalan daya saing sumber daya kesehatan di Indonesia.

Ini tergambar jelas dari banyaknya masyarakat Indonesia yang memilih menjalani perawatan dan pengobatan penyakit tertentu di luar negeri ketimbang di tanah air.

“Ada yang menyebutkan setiap tahun kita kehilangan devisa Rp 100 triliun untuk pengobatan di luar negeri. Kalau itu kita tahan dengan memperkuat pelayanan, menambah kemampuan penguasaan teknologi dan lain-lain, Rp 100 triliun itu akan kita tahan,” ujar dia.

IDI berharap calon pemimpin Indonesia di periode selanjutnya dapat mempedulikan masalah kesehatan, terutama tiga hal penting yang telah diutarakan Daeng.

Pemilihan Presiden 2019 diikuti dua pasangan calon presiden dan wakil presiden, yakni pasangan nomor urut 01 Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin serta pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. (Red)

Sumber : Kompas.com