Beranda Pendidikan ICW Minta Mahasiswa Banten Uji Visi Misi Kandidat Soal Antikorupsi di Pemilu...

ICW Minta Mahasiswa Banten Uji Visi Misi Kandidat Soal Antikorupsi di Pemilu 2019

SERANG – Indonesian Corruption Watch (ICW) mengajak para mahasiswa agar menguji para kandidat peserta pemilu 2019. Mulai saat ini mahasiswa harus membuka diri dan membedah pemikiran para kandidat yang menyalonkan sebagai wakil rakyat.

Hal itu disampaikan peneliti ICW, Egi Primayoga saat menyampaikan materi antikorupsi pada seminar nasional yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Pemerintahan dan Hukum (FISIPKUM) Unsera yang bertema Anak Muda Antikorupsi untuk Banten Lebih Baik di aula lantai 3 Gedung B UNSERA, Rabu (23/1/2019).

“Bagi saya, baik calon presiden, kepala daerah dan caleg diundang aja ke kampus, kita uji gagasan mereka, uji program yang mereka tawarkan. Cara seperti itu lebih baik daripada para kandidat pemilu yang berkampanye di lingkungan tingkat RT atau RW dan terkesan dalam tanda kutip membodohi rakyat kan,” ujarnya.

Menurutnya, mahasiswa era milenial harus lebih intensif mengkritisi para kandidat yang maju pada pemilu 2019. Terutama soal isu-isu korupsi yang harus menjadi sorotan utama dalam menguji para kandidat pemilu 2019.

“Sehingga ke depan kampus menjadi salah satu tempat uji gagasan para kandidat mengimplementasikan program-program yang ditawarkan,” ujarnya.

Sebagai kaum intelektual, lanjut Egi, mahasiswa tak perlu khawatir akan politik praktis yang menjerat dinamika pendidikan di kampus. Justru kampus berperan untuk menerapkan dinamika politik tersebut.

“Konteksnya mahasiswa jangan ikut terlibat dalam timses kandidat tapi mahasiswa berperan sebagai penguji gagasan para kandidat pemilu yang nyaleg,” ucapnya.

Dikatakan Egi, mahasiswa juga harus sadar akan wawasan kehidupan di kampus, mengembangkan pendidikan anti korupsi untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berintegritas.

Mahasiswa harus mampu mengintegrasikan nilai-nilai anti korupsi dalam program pengabdian masyarakat. “Pemuda harus aktif bergerak melawan korupsi. Kaji, diskusi lalu advokasi, berikan pendidikan kepada publik akan bahaya korupsi dan ini harus berlanjut. Perlu ada kerja pendidikan dan kampanye antikorupsi, bentuk jaringan antikorupsi,” ucapnya. (Dhe/Red)