Beranda Pemerintahan Ibu Hamil Ditandu di Lebak, DPRD Minta Gubernur Turun Tangan

Ibu Hamil Ditandu di Lebak, DPRD Minta Gubernur Turun Tangan

260
0
Warga Lebak, Banten membawa ibu hamil menggunakan tandu akibat jalan rusak yang tak dapat dilalui kendaraan. (Istimewa)

SERANG – Ketua DPRD Banten Andra Soni merasa prihatin di Provinsi Banten kembali terjadi kasus ibu hamil ditandu akibat jalan rusak. Nahasnya bayi dalam kandungan Kenti (38) warga Mekar Jaya, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak meninggal saat menuju Puskesmas.

Andra mengatakan kasus semacam itu masih terjadi di beberapa daerah di Banten terutama di wilayah Banten Selatan yakni Kabupaten Lebak dan Pandeglang. Gubernur Banten Diminta turun tangan menyelesaikan masalah tersebut.

“Ibu hamil yang ditandu gara-gara jalan rusak menyedihkan sebenarnya. kita harus terus dorong juga suport daerah selatan karena PAD-nya rendah jadi Pemprov harus hadir,” kata Andra saat dikonfirmasi, Selasa (10/9/2019).

Ia menyampaikan Pemprov dan Pemkab harus intens saling berkordinasi dan bekerjasama untuk menyelesaikan masalah infrstruktur di pelosok yang menjadi masalah utama ketimpangan di Banten.

“Ini yang harus diperjuangkan supaya seluruh lapisan masyarakat itu bisa menikmati hasil pembangunan kalau memang jalan belum maksimal ya fasilitas kesehatannya di dekatkan dengan masyarakat,” tuturnya.

Sebelumnya, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya mengatakan Kabupaten Lebak memiliki luas wilayah hampir 35 persen dari luas wilayah Banten dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang hanya 2,8 Triliun tidak mungkin pembangunan jalan mampu terselesaikan secara keseluruhan.

“Maka dari itu kita disamping mengoptimalkan dana desa ini ada juga harus menggalang gotong royong dari masyarakat,” katanya. (You/Red)