Beranda Peristiwa HUT ke-27 Cilegon, Aktivis Desak Pemkot Tuntaskan Kemiskinan dan Pengangguran

HUT ke-27 Cilegon, Aktivis Desak Pemkot Tuntaskan Kemiskinan dan Pengangguran

Aktivis IMC unjukrasa di depan Pemkot Cilegon. (Maulana/bantennews)

CILEGON — Puluhan mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Cilegon (IMC) dan GMNI Cilegon mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon segera menuntaskan persoalan kesejahteraan, pendidikan, dan pengangguran.

Mereka menyuarakan tuntutan itu dalam aksi refleksi HUT ke-27 Kota Cilegon di depan gerbang Kantor Wali Kota, Selasa (28/4/2026).

Koordinator lapangan aksi, Dito Adrian, menegaskan tiga sektor tersebut membentuk “lingkaran setan” yang terus menekan masyarakat.

“Tiga sektor yang jadi lingkaran setan itu kesejahteraan, pendidikan, dan pengangguran,” ujar Dito.

Ia memaparkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan rata-rata lama sekolah di Cilegon baru sekitar 10,5 tahun. Banyak warga belum menuntaskan pendidikan menengah.

Di sektor ketenagakerjaan, Dito menyebut sekitar 13–15 ribu warga Cilegon belum memiliki pekerjaan meski kota ini dikelilingi kawasan industri.

“Di sisi kesejahteraan, sekitar 18–20 ribu warga masih hidup dalam kemiskinan. Ini menunjukkan pembangunan belum merata,” katanya.

Mahasiswa menuntut Pemkot Cilegon segera berbenah dan menghadirkan kebijakan konkret agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat di usia kota yang ke-27.

Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, menemui massa aksi dan menyerap langsung kritik serta tuntutan mahasiswa. Ia menilai aksi tersebut sebagai bentuk kepedulian generasi muda terhadap daerahnya.

“Ini kado terbaik di usia 27 tahun. Kepedulian seperti ini tidak semua daerah punya,” ujar Fajar.

Ia menegaskan pemerintah tengah menyusun langkah konkret untuk menekan pengangguran, mulai dari pelatihan kerja, mendorong kewirausahaan, hingga menjembatani tenaga kerja dengan industri.

“Kami dorong pelatihan kerja, wirausaha, dan kemitraan dengan industri. Semua masih berproses dan kami targetkan segera berjalan,” katanya.

Penulis : Maulana
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd