Beranda Peristiwa Hujan Lebat Picu Banjir di Sejumlah Wilayah di Tangsel

Hujan Lebat Picu Banjir di Sejumlah Wilayah di Tangsel

Petugas Puskemas Ciputat melalukan cek kesehatan di Empang Sari, Kelurahan Ciputat. (Istimewa)

TANGSEL – Hujan berintensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Kota Tangerang Selatan (Tangsel), beberapa hari terakhir memicu banjir di sejumlah wilayah.

Seperti di Perumahan Pondok Maharta, Kecamatan Pondok Aren, Jumat (23/1/2026) ketinggian air mencapai 80 sentimeter hingga satu meter dan berdampak pada 450 kepala keluarga (KK).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel menyatakan banjir terjadi akibat meningkatnya debit air sungai serta meluapnya Kali Serua. Petugas gabungan hingga saat ini memantau kondisi lapangan untuk mengantisipasi potensi air susulan.

“Anggota BPBD masih memantau debit air untuk memastikan potensi kenaikan air susulan,” kata Komandan Regu Satgas BPBD Tangsel, Dian Wiryawan saat dihubungi.

Dian menjelaskan, air mulai memasuki rumah warga setelah hujan deras turun secara terus-menerus. BPBD bersama unsur terkait masih melakukan evakuasi warga ke lokasi yang lebih aman, terutama bagi rumah yang terendam cukup dalam.

Sebagian warga memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat atau tetangga yang tidak terdampak banjir.

Banjir juga mengganggu aktivitas pendidikan, salah satunya SMAN 4 Kota Tangsel terpaksa menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) karena lingkungan sekolah terendam banjir. Sedikitnya tujuh ruang kelas tingkat 10 terdampak banjir.

Di lokasi lain, genangan air turut terjadi di Empang Sari, Kelurahan Ciputat, dengan ketinggian air semata kaki. Petugas Puskesmas Ciputat melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga terdampak.

“Kami melakukan pengecekan kesehatan warga yang terdampak banjir,” kata Tisna, petugas Puskesmas Ciputat.

Banjir juga menggenangi Jalan Ki Hajar Dewantara, Kelurahan Ciputat. Alfi (33), warga setempat, mengatakan peristiwa tersebut baru pertama kali terjadi.

“Kali meluap karena aliran air tertahan dan saluran di pinggir jalan terlalu kecil untuk menampung debit air,” ujarnya.

Baca Juga :  Warga Periuk Kota Tangerang Geger Temukan Mayat Bersama Motornya di Saluran Air

Sementara itu Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II memprakirakan hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat masih berpotensi mengguyur wilayah Tangerang Raya hingga empat hari ke depan, yakni 24–27 Januari 2026.

“Hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan,” kata Kepala BBMKG Wilayah II, Hartanto, sebagaimana dikutip dari rilis resminya.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi dinamika atmosfer yang mendorong pertumbuhan awan hujan di wilayah Banten. BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama di daerah rawan bencana.

Hingga berita ini ditulis, sejumlah titik banjir di Tangsel mulai berangsur surut. Namun hujan masih turun di beberapa wilayah.

Penulis : Ahmad Rizki
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd