Beranda Peristiwa Homestay Landeuh Lebak Viral, Kades Kanekes Pertanyakan Penggunaan Nama Baduy

Homestay Landeuh Lebak Viral, Kades Kanekes Pertanyakan Penggunaan Nama Baduy

Ilustrasi homestay di Lebak yang viral. (AI-Net)

LEBAK – Video seorang perempuan yang mengeluhkan pelayanan homestay di Kampung Landeuh, Desa Bojong Menteng, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, viral di TikTok. Keluhan itu memicu sorotan terhadap pelayanan penginapan sekaligus penggunaan nama Baduy dalam promosi kawasan tersebut.

Dalam video yang beredar, perempuan itu mengaku rombongannya menunggu hingga dua jam untuk masuk kamar. Ia juga mengeluhkan gangguan listrik yang membuat pendingin ruangan atau AC tidak berfungsi.

Perempuan tersebut menyebut tarif satu unit homestay mencapai Rp1,75 juta untuk kapasitas delapan orang. Menurut dia, biaya tersebut tidak sebanding dengan pelayanan yang diterima rombongannya selama menginap.

Dalam unggahannya, ia juga mengaitkan penginapan tersebut dengan Yayasan Baitul Maal PLN (YBM PLN). Namun, keluhan itu masih berdasarkan keterangan dalam video dan belum mendapat konfirmasi dari pihak pengelola.

Kepala Desa Kanekes, Oom, turut mempersoalkan penggunaan nama Baduy dalam penyebutan kawasan Kampung Landeuh. Ia menegaskan, Kampung Landeuh bukan bagian dari wilayah adat Baduy.

“Lokasinya bukan wilayah Baduy. Memang mungkin ada warga mualaf yang tinggal di sana, tetapi bukan berarti seluruh penghuni atau kawasan itu merupakan bagian dari masyarakat Baduy,” kata Oom saat dihubungi, Sabtu (10/10/2026).

Oom mengaku, telah menghubungi dan menegur pengelola yayasan. Ia juga mempertanyakan dasar penggunaan nama Baduy karena pihaknya tidak pernah menerima koordinasi maupun permohonan izin dari pihak terkait.

“Kami keberatan karena tiba-tiba nama Baduy dibawa-bawa, padahal belum pernah ada koordinasi atau audiensi dengan kami. Kalau memang menggunakan nama Baduy, izinnya dari mana?” tegasnya.

Oom menilai, penggunaan identitas Baduy perlu mendapat penjelasan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman mengenai wilayah adat dan masyarakat Baduy.

Penulis : Sandi Sudrajat
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd