Beranda Peristiwa Hendak Dikirim ke Sumatera, Kopi Asal Pulau Jawa Diperiksa Ketat di Merak

Hendak Dikirim ke Sumatera, Kopi Asal Pulau Jawa Diperiksa Ketat di Merak

Petugas Karantina Pertanian Cilegon memeriksa biji kopi yang hendak dikirim ke Sumatera - foto istimewa

CILEGON – Biji kopi asal Bandung, Garut dan Temanggung yang dikirim ke Sumatera Utara melalui Pelabuhan Merak, Kota Cilegon diperiksa ketat oleh petugas Karantina Pertanian Cilegon. Kopi tersebut sejatinya bakal di kirim ke Medan dabln Deli Serdang.

Sebagian besar kopi yang dikirim sudah mengalami proses pascapanen dan menjadi kopi beras atau biji kopi kering yang sudah dibuang kulit tanduk dan kulit arinya.

Kadar air biji kopi kering rata-rata yang berkualitas 10 hingga 12 % untuk menjaga tidak berkembangbiak cendawan yang menghasilkan okratoksin.

Data IQFAST Januari hingga 10 Agustus 2021 menunjukan bahwa kopi asal Pulau Jawa tersebut telah dikirim sebanyak 1.640 ton.

Menurut Kepala Karantina Pertanian Cilegon, Arum Kusnila Dewi sesuai dengan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2021 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

Bahwa sertifikasi Kesehatan Tumbuhan Antar-area merupakan syarat yang harus dipenuhi dalam melalulintaskan tumbuhan serta produknya di dalam wilayah NKRI.

“Begitu pula untuk komoditas pertanian yang dilalulintaskan baik ekspor maupun impor,” Jelas Arum, Minggu (22/8/2021).

Sementara itu, Agusman Analis Karantina Tumbuhan Karantina Cilegon menyebutkan bahwa target Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina pada kopi adalah Oligonychus coffeae yang merupakan jenis tungau dan masih belum ditemukan di Indonesia.

“Pada biji kopi beberapa kali ditemukan gejala biji berlubang, lubangnya ditutupi bekas gerekan. Setelah diidentifikasi ditemukan kumbang Hypothenemus hampei. Dimana status hama ini sudah menjadi hama biasa atau kosmopolit,” terang Agusman.

(Man/Red)