Beranda Pendidikan Hari Pertama, PTM Terbatas di Kota Tangerang Berlangsung dengan Prokes Ketat

Hari Pertama, PTM Terbatas di Kota Tangerang Berlangsung dengan Prokes Ketat

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Tangerang - foto istimewa

TANGERANG – Setelah 19 bulan pelajar di Kota Tangerang menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau online akibat pandemi Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Pendidikan (Dindik) kini mulai membuka Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di 40 sekolah tingkat SMP, dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

Kepala Dindik Kota Tangerang, Jamaluddin mengatakan 40 sekolah ini menjadi pilot project, sambil Pemkot Tangerang mempersiapkan sekolah-sekolah lainnya, khususnya tingkat SD, TK dan PAUD. Secara aturan, semua perlengkapan bawa masing-masing, kantin atau pedagang tidak diperbolehkan beroperasi serta adanya ruang isolasi di sekolah.

“Saat ini kita utamakan dan maksimalkan pada tingkat SMP lebih dulu. 24 sekolah SMP Negeri dan 16 SMP Swasta. PTM akan bisa terus berlangsung dengan prokes yang ketat. Dengan itu, semua ini membutuhkan kerjasama semua pihak. Terutama orangtua siswa, guru dan para siswa itu sendiri,” ungkap Jamaluddin melalui keterangan tertulis, Selasa (14/9/2021).

Dia menuturkan, 40 sekolah ini telah melalui assessment yang cukup panjang dengan memenuhi 19 intsrumen. Dengan itu, dalam pengawasannya Disdik menggandeng Satpol PP dan Dishub dalam proses pengawasan. Satpol PP dalam ranah penerapan prokes baik didalam maupun dilingkungan luas sekolah. Sedangkan Dishub dalam pengawasan lalu lintas, agar tidak macet hingga terjadi penumpukan.

“Jika ditemukan pelanggaran prokes, sekolah tersebut akan ditutup atau kembali PJJ selama tiga hari hingga seminggu. Begitu juga jika ditemukan adanya guru atau siswa yang positif covid-19. Tapi dilihat antusias pelajar cukup tinggi, semoga semua komitmen dalam menjaga protokol kesehatan sehingga PTM akan berlangsung diseluruh sekolah,” harap Jamaluddin.

Sementara itu, Hanif Naundra, siswa kelas IX SMPN 25 Kota Tangerang mengungkapkan ia sangat semangat dengan hari pertama PTM terbatas ini. Berbagai persiapan pun sudah ia lakukan sejak dua hari sebelumnya. Mulai dari membereskan buku-buku, hand sanitizer, tisu hingga masker ganti.

“Hari pertama ini, kita sekolahnya hanya dua jam. Tapi tidak apa-apa saya tetap semangat banget, karena sudah lama sekali tidak ketemu teman-teman dengan suasana ruang kelas seperti ini. Saya lebih suka PTM bisa interaksi dengan guru secara mudah, kalo PJJ terus kuota abis terus,” tutur Hanif.

(Man/Red)