
PANDEGLANG – Operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak speedboat yang hilang kontak di perairan Selat Sunda memasuki hari keenam. Tim SAR gabungan memperluas penyisiran hingga 6.024 mil laut persegi dengan mengerahkan 15 kapal dan menyiagakan satu helikopter Basarnas.
Pencarian dibagi ke dalam lima sektor laut dan satu sektor udara. Basarnas menyesuaikan strategi pencarian dengan kondisi cuaca, arus laut, dan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) yang masih berstatus Level III (Siaga).
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan cuaca di Selat Sunda berawan dengan angin 10-20 knot, gelombang 0,5-2,5 meter, dan arus permukaan mengarah ke barat daya.
“Kalau ada peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau, akan dikoordinasikan ke posko oleh PVMBG,” kata Al Amrad di Posko SAR Marina Lippo Carita.
Sektor X menjadi fokus pencarian dengan pengerahan armada terbanyak, yakni delapan kapal, termasuk KN SAR Tetuka, RIB Basarnas Banten dan Lampung, kapal polisi, KM Garuda, serta KM Bima. Sementara sektor lainnya disisir unsur TNI AL, Basarnas, dan Polair.
Basarnas juga menyiagakan helikopter HR 3604, namun belum diterbangkan karena jarak pandang di sekitar Selat Sunda masih terbatas.
“Sektor udara hari ini tetap standby memonitor perkembangan situasi. Jika memungkinkan dan layak terbang, pencarian udara akan dilaksanakan,” ujarnya.
Lima jurnalis dan tiga awak kapal hilang kontak setelah speedboat yang mereka tumpangi berangkat dari Carita menuju Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026).
Hingga hari keenam, keberadaan delapan orang tersebut masih belum diketahui dan pencarian terus dilakukan di sejumlah sektor perairan Selat Sunda.
Penulis : Mg-Madani Prasetia
Editor: Wahyudin
Editor: Caption : Hari keenam pencarian lima jurnalis dan tiga awak speedboat yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Tim SAR gabungan memperluas penyisiran hingga 6.024 mil laut persegi