
PANDEGLANG — Keluarga korban hilang kontak saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) mendesak Tim SAR memperpanjang dan memperluas pencarian. Hingga hari kesepuluh, Kamis (17/9/2026), tim belum menemukan delapan orang yang hilang.
Desi Purnamasari, istri jurnalis foto Antara Muhammad Bagus Khoirunnas, menyampaikan desakan tersebut dalam rapat evaluasi operasi SAR.
Desi meminta Tim SAR kembali menyisir sejumlah pulau di wilayah Banten dan Lampung yang menurut keluarga belum mendapat pemeriksaan menyeluruh. Ia juga meminta tim turun langsung ke daratan dan memeriksa bagian dalam pulau, bukan hanya perairan di sekitarnya.
“Saya berharap proses pencarian ini diperpanjang dan lebih dimaksimalkan lagi. Mungkin memang sebelumnya sudah sangat maksimal, tapi ada beberapa wilayah atau pulau yang belum tersentuh. Kami dari pihak keluarga sangat berharap dan yakin mereka pasti bisa ditemukan,” kata Desi.
Desi menyebut Pulau Tinjil Besar dan Tinjil Kecil sebagai lokasi yang perlu mendapat pemeriksaan ulang. Ia meminta tim memulai pencarian dari arah selatan Binuangeun, Lebak.
“Kami memohon proses pencarian dilakukan dari selatan Binuangeun, Pak. Proses pencariannya agar berjalan dari sana,” ujarnya.
Selain itu, keluarga meminta Tim SAR mengarahkan pencarian ke sejumlah pulau di wilayah Lampung dan kawasan Panaitan, yakni Pulau Panjurit, Kandang Lunik, Kandang Balak, Pulau Penyu, Pulau Panaitan, Sebuku, dan Handeuleum.
Desi menegaskan, tim harus memeriksa pulau secara menyeluruh dengan menyusuri kawasan daratan hingga bagian dalam.
“Untuk proses pengecekan pulau, kami memohon agar tim turun langsung dan menyusuri setiap pulau. Dicek ke dalam pulau-pulaunya. Saya berharap ada penambahan waktu dan waktu tersebut bisa dimaksimalkan untuk mengecek pulau-pulau itu,” harapnya.
Penulis : Audindra Kusuma
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd