LEBAK – Kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026 langsung mengubah pola konsumsi bahan bakar masyarakat di Kabupaten Lebak. Banyak pengendara memilih beralih ke Pertalite demi menekan pengeluaran harian.
Pantauan di salah satu SPBU di Rangkasbitung pada, Sabtu (13/6/2026), antrean kendaraan mengular di jalur pengisian Pertalite. Sebaliknya, antrean di dispenser Pertamax terlihat jauh lebih lengang.
Ramdani, salah seorang pengendara motor, mengaku tidak mampu mempertahankan penggunaan Pertamax setelah kenaikan harga mencapai hampir Rp4.000 per liter.
“Saya hampir setiap hari pakai motor. Kalau tetap isi Pertamax, pengeluaran pasti lebih besar. Jadi terpaksa pindah ke Pertalite supaya lebih hemat,” kata Ramdani.
Menurutnya, Pertamax memang membuat performa mesin lebih halus. Namun, lonjakan harga yang cukup tinggi membuat banyak warga harus mempertimbangkan ulang pilihan bahan bakar.
“Kalau naik sampai Rp4.000 per liter tentu memberatkan. Apalagi penghasilan saya pas-pasan,” ujarnya.
Ramdani berharap pemerintah mempertimbangkan dampak kenaikan harga BBM terhadap masyarakat berpenghasilan rendah dan kelompok menengah yang ikut terdampak.
“Semoga pemerintah bisa lebih berpihak kepada masyarakat kecil. Kalau dipaksa tetap pakai Pertamax, pengeluaran rumah tangga pasti bertambah,” katanya.
Penulis : Sandi Sudrajat
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
