Beranda Internasional Harga Minyak Dunia Melonjak Lagi

Harga Minyak Dunia Melonjak Lagi

Ilustrasi kilang minyak. (Kumparan.com)

BANTEN – Harga minyak dunia menguat tipis pada awal perdagangan Selasa 4 Agustus 2026 setelah sempat anjlok tajam pada sesi sebelumnya.

Kenaikan harga ini didorong oleh kekhawatiran gangguan pasokan dari Timur Tengah, menyusul belum adanya titik terang penyelesaian diplomatik atas konflik Amerika Serikat dan Iran.

Mengutip dari Reuters, minyak mentah berjangka jenis Brent menguat 0,62 dolar AS atau 0,7 persen ke level 84,39 per barel pada pukul 00.55 GMT.

Pada sesi perdagangan sebelumnya, Brent sempat merosot hingga 7 persen ke level terendah dalam tiga minggu terakhir.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 0,61 dolar AS atau 0,7 persen ke posisi 80,95 dolar AS, setelah jatuh lebih dari 5 persen ke level terendah hampir sepekan pada sesi sebelumnya.

Tekanan harga minyak sebelumnya terjadi setelah Presiden AS Donald Trump, menyatakan menunda serangan baru ke Iran sembari menunggu hasil pembicaraan untuk mengakhiri konflik.

Pembicaraan tersebut juga mencakup sengketa kendali atas Selat Hormuz, jalur laut krusial yang mengalirkan sekitar 20 persen konsumsi energi dunia sebelum konflik pecah.

Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh Kementerian Luar Negeri Iran. Juru Bicaranya, Esmail Baghaei, menegaskan tidak ada negosiasi maupun agenda pertemuan yang dijadwalkan dengan pihak AS.

Analis Pasar Utama KCM Trade, Tim Waterer, menilai penurunan harga minyak saat ini masih sangat rentan balik arah.

“Meskipun tekanan harga sempat mereda akibat penundaan serangan AS dan wacana negosiasi, posisi ini masih ringkih. Harga minyak bisa kembali melonjak jika serangan rudal kembali terjadi atau kapal tanker di Selat Hormuz diserang,” kata Waterer.

Sengketa Selat Hormuz kini menjadi titik krusial konflik. Washington mengklaim nota kesepahaman pada Juni lalu mewajibkan Iran membuka jalur penerobosan tersebut.

Baca Juga :  Pemerintah Arab Saudi Tahun Ini Tak Batasi Calon Jemaah Haji Lansia

Sebaliknya, Tehran menegaskan bahwa dokumen tersebut tetap mengakui wewenang penuh Iran atas kawasan laut itu.

Di tengah ketegangan tersebut, data Barclays menunjukkan ekspor bersih minyak mentah dan produk olahan melalui Selat Hormuz pada pekan yang berakhir 31 Juli sempat naik menjadi rata-rata 4,2 juta barel per hari (bpd), dibandingkan pekan sebelumnya sebesar 3,2 juta barel per hari.

Di kawasan Laut Merah dan Teluk Aden, dinamika pelayaran terus bergejolak. Data lalu lintas kapal mencatat enam kapal tanker raksasa (supertanker) berbendera Arab Saudi mengubah jalur di Teluk Aden menuju Afrika bagian selatan.

Di saat yang sama, dua kapal tanker pengangkut minyak Saudi terpantau melintasi Selat Bab el-Mandeb.

Sumber : suara.com