Beranda Sosial dan Budaya Harga Daging Ayam Melambung, Puluhan Pedagang Berhenti Jualan

Harga Daging Ayam Melambung, Puluhan Pedagang Berhenti Jualan

80
0
Pedagang ayam di Pasar Rangkasbitung.

LEBAK – Puluhan pedagang ayam di Pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, terpaksa tidak menggelar dagangannya. Hal ini dikarenakan melambungnya harga daging ayam dalam sepekan belakang ini. Daging ayam yang biasanya dijual dengan harga Rp38.000 per kilogram kembali naik menjadi Rp40.000.

Harga daging ayam yang terus naik membuat pedagang khawatir merugi lantaran omset penjualan berkurang. Imron, salah satu pedagang ayam di Pasar Rangkasbitung mengaku sudah dua hari ini tidak menggelar daganganya karena terus merugi.

“Sudah dua hari saya tidak berjualan, tiap hari harus nombokkin terus. Daripada terus merugi tutup aja dulu menunggu harga stabil,“ kata Imron kepada BantenNews.co.id, Senin (30/7/2018).

Sementara itu Ade, pedagang daging ayam lainnya menuturkan, sudah sepekan harga daging naik sehingga omset penjualannya berkurang. Ia biasanya sehari bisa menghabiskan 2 kwintal lebih daging ayam, sekarang paling 1,5 kwintal daging ayam saja.

“Banyak rugi, harus nombokkin aja tiap hari. Biasanya pedagang pecel lele langganan membeli 15 kg daging ayam sekarang paling–paling 7 kg, begitu juga dengan tukang sate yang biasanya membeli 8 kg sekarang hanya membeli 4 kg, kemahalan harganya,” tutur Ade.

Para pedagang berharap pemerintah agar segera menstabilkan harga daging ayam. (Tra/Ali/Red)

loading...