Beranda Politik Hanya Ada Satu Calon di Pilkada Tangerang, Anak Muda Diminta Berpartisipasi

Hanya Ada Satu Calon di Pilkada Tangerang, Anak Muda Diminta Berpartisipasi

83
0
Ilustrasi - foto istimewa tribunnews.com

TANGERANG – Pilkada Kota Tangerang hanya ada satu pasangan calon yakni Arief R Wismansyah dan Sachrudin. Dimana pasangan tersebut dipastikan melawan kotak kosong dalam pilkada 2018 yang akan berlangsung 27 Juni mendatang.

Meski cuma ada satu pasang calon, para pemilih terutama dari kalangan muda diminta untuk tetap berpartisipasi aktif.

Juru bicara PSI Mikhail Gorbachev Dom menyerukan anak muda tidak boleh menyerah pada demokrasi, sebaliknya anak muda harus terus berharap pada demokrasi.

Menurut dia, sebagai partai baru, saat ini PSI belum bisa mengusung kadernya menjadi calon, namun bukan berarti apatis atau golput. Sebaliknya, meskipun tidak memiliki calon, PSI tetap memiliki tanggung jawab melakukan edukasi politik pada masyarakat.

Kader PSI Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang harus mengajak warga untuk mengenali visi misi calon dan pada tanggal 27 Juni untuk pergi ke TPS dan menggunakan hak pilihnya.

“Kegagalan kaderisasi partai lain kami jadikan cambukan untuk sebaik baiknya melatih kader kami (yang kebanyakan anak muda) tentang politik praktis, dimulai dari aktif dalam Pilkada 2018 ini,” ucap juru bicara PSI yang akrab disapa Gorba itu melalui siaran pers di Jakarta, Sabtu (23/6/2018) dilansir merdeka.com.

Gorba mengajak seluruh kader PSI untuk menyukseskan target partisipasi pemilih 77,5 persen se-Indonesia dari KPU Pusat serta 78 persen dari KPU Kota Tangerang dan 80 persen dari KPU Kabupaten Tangerang. Partisipasi pemilih pada Pilgub Banten tahun 2017 hanyalah sebesar 63 persen sangat jauh dari target KPU. Meski begitu partisipasi Kota Tangerang adalah 67,39 persen (tertinggi satu Banten) dan hal ini tidak boleh menurun hanya karena calon tunggal.

Masyarakat, kata Gorba, harus diajarkan berdemokrasi, yang artinya bertanggungjawab atas pilihan-pilihannya dan jangan hanya mengeluh di media sosial. Meskipun calonnya tunggal, masyarakat tetap bisa memilih dan nantinya menagih janji kampanye yang tertuang dalam visi misi.

“Demokrasi itu mengajak masyarakat belajar, jika calon tunggal dirasa tidak menyenangkan, besok masyarakat tidak akan mengulanginya kan,” pungkasnya. (Red)