Beranda Politik Hanura Ganti Logo Jadi Singa, Bawa Misi Kembali ke Senayan di 2029

Hanura Ganti Logo Jadi Singa, Bawa Misi Kembali ke Senayan di 2029

Hanura ganti logo. (IST)

JAKARTA – Partai Hanura terus memanaskan mesin partai melalui rangkaian konsolidasi nasional. Kali ini, giliran Provinsi Bengkulu yang menjadi lokasi rapat teknis Tim Task Force DPP Hanura yang dipimpin langsung oleh Patrice Rio Capella di Hotel Mercure, Kota Bengkulu, Rabu (26/8/2026) malam.

Dalam pertemuan yang dihadiri pengurus DPD dan DPC se-Provinsi Bengkulu tersebut, Rio menegaskan, bahwa Partai Hanura di bawah kepemimpinan Oesman Sapta (OSO) sedang melakukan transformasi besar-besaran.

Salah satu perubahan paling mencolok adalah pergantian logo partai menjadi gambar Singa yang telah dimulai sejak Juli 2026.

“Kita mengubah semua atribut Hanura, termasuk logo dengan new brand menjadi singa. Hanura instruksikan seluruh jajar dari pusat hingga ranting satu komando memakai branding baru ini,” ujar Patrice Rio Capella dikutip dari keterangannya yang dikutip suara.com (jaringan BantenNews.co.id, Jumat (28/8/2026).

Rio menjelaskan, bahwa pemilihan ikon singa bukan tanpa alasan. Secara filosofis, singa melambangkan kekuatan, keberanian, wibawa, dan daya tarung tinggi yang diharapkan meresap ke dalam jiwa setiap kader, terutama para calon legislatif (caleg) yang akan berlaga di Pemilu 2029.

“Perubahan logo ini dengan harapan bisa memberikan semangat kepada para kader Hanura. Singa itu simbol keberanian, wibawa, kekuatan, keseriusan. Sehingga para caleg bisa menjadi singa-singa petarung Hanura untuk menang di Pemilu 2029,” jelasnya.

Meski kekinian masih dalam masa transisi, Rio menargetkan seluruh atribut partai di akar rumput sudah beralih menggunakan identitas visual yang baru pada awal tahun depan.

“Tapi mulai paling lama awal 2027, semua sudah singa. Dan singa Hanura akan keluar dari kandangnya untuk mengaum,” tegas Rio.

Berdasarkan pengamatannya di delapan provinsi yang telah dikunjungi, Rio menilai perubahan ini telah memberikan dampak positif pada mentalitas kader di daerah.

Baca Juga :  KPPI Sebut Pemasangan APK oleh KPU Pandeglang Asal-asalan

“Mindset cara berpikir kader pun berubah. Ada keyakinan dan optimisme di kalangan kader, kita bisa bangkit kembali pada Pemilu 2029,” tuturnya.

Menanggapi langkah Hanura, pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno, menilai perubahan identitas dan struktur ini merupakan bukti totalitas partai untuk kembali ke parlemen.

Namun, ia mengingatkan bahwa modal besar berupa 525 anggota DPRD yang dimiliki Hanura saat ini harus dibarengi dengan konsistensi dan konsolidasi hingga tingkat kecamatan.

Sumber : suara.com