Beranda Peristiwa Hampir Setahun Mangkrak, JPO Daan Mogot Kota Tangerang Ancam Keselamatan Pelajar

Hampir Setahun Mangkrak, JPO Daan Mogot Kota Tangerang Ancam Keselamatan Pelajar

Kondisi JPO di Jalan Daan Mogot Kota Tamgerang. (Mg-Dwi Muksin Yulianto/bantennews)

TANGERANG — Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Daan Mogot, tepat di depan SMPN 5 Kota Tangerang, hampir setahun tak berfungsi. Kerusakan parah membuat ratusan pelajar dan warga harus mempertaruhkan keselamatan saat menyeberangi jalur protokol yang padat kendaraan.

Pantauan BantenNews.co.id pada Rabu (2/9/2026), menunjukkan kondisi JPO memprihatinkan. Bagian atap sempat roboh, akses masuk tertutup seng biru dan pita pembatas. Sejumlah bagian struktur juga retak, sementara cat dinding mulai mengelupas.

Kondisi lebih mengkhawatirkan terlihat pada tangga dan lantai atas. Area tersebut tidak memiliki atap maupun pagar pengaman di sisi kanan dan kiri. Pemerintah menghentikan penggunaan JPO sejak Oktober 2025, tetapi hingga kini belum kunjung memperbaikinya.

Situasi itu memaksa pelajar dan pejalan kaki menyeberang langsung di tengah arus kendaraan Jalan Daan Mogot. Petugas keamanan sekolah pun harus turun tangan membantu siswa menyeberang.

“Ya, kita sebagai petugas keamanan hanya bisa memantau atau membantu siswa-siswi dalam menyeberang jalan karena JPO-nya kan seperti ini, keadaannya rusak kayak begini. Kalau saya, hanya sebatas membantu dan mengawasi siswa-siswi kalau menyeberang jalan,” kata Joni, petugas keamanan SMPN 5 Kota Tangerang.

Joni menilai JPO tersebut sangat penting bagi keselamatan siswa, karyawan sekolah, maupun pengguna jalan lainnya.

“Ya, sangat membantu sekali untuk keselamatan siswa-siswi kita atau karyawan-karyawan kita, atau bahkan pengguna jalan lain, masyarakat lain ya, sangat membantu,” ujarnya.

Padahal, pada Oktober 2025, Wali Kota Tangerang, Sachrudin, sudah meninjau langsung kondisi JPO tersebut. Ia juga meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) serta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang mengecek kondisi teknis dan keamanan JPO.

Namun, hampir setahun berlalu, pemerintah belum memberikan kepastian kapan perbaikan berjalan. Kondisi ini membuat fasilitas penyeberangan yang seharusnya melindungi pejalan kaki justru berubah menjadi bangunan terbengkalai.

Baca Juga :  Kemenkum Banten Salurkan Santunan ke Yayasan Yatim Al-Mabrurotul

Joni meminta Pemkot Tangerang tidak lagi menunda perbaikan.

“Ya harapan kami, secepat mungkin diperbaiki karena itu kan akses untuk kegiatan penyeberangan siswa-siswi kita, supaya bisa memakai jembatan dengan enak, menyeberang dengan lancar, tidak ada kejadian apa-apa,” katanya.

Desakan perbaikan semakin kuat karena JPO berada tepat di depan sekolah dan di ruas jalan dengan lalu lintas padat. Pemerintah perlu memastikan pelajar dan pejalan kaki tidak terus mempertaruhkan keselamatan hanya karena fasilitas penyeberangan tak kunjung berfungsi.

Menanggapi kondisi tersebut, Wali Kota Tangerang, Sachrudin mengatakan sudah meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait menangani persoalan JPO.

“Ya, itu sudah kita perintahkan. Kita lakukan koordinasi, baik internal maupun eksternal,” ujar Sachrudin saat ditemui usai rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Tangerang.

Namun, ketika ditanya target waktu perbaikan, Sachrudin kembali belum memberikan kepastian.

“Secepatnya ya. Kita dorong secepatnya,” katanya.

Penulis : Mg-Dwi Muksin Yulianto
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd