Beranda Gaya Hidup Hal Tak Bermanfaat Saat Kamu Sibuk Bahas Kejelekan Orang Lain

Hal Tak Bermanfaat Saat Kamu Sibuk Bahas Kejelekan Orang Lain

223
0
Ilustrasi - foto istimewa IDN Times

Dalam kehidupan secara sadar atau tidak, kamu pasti pernah membahas kelemahan orang lain bersama teman-temanmu. Meski pada awalnya kamu tidak berniat melakukannya, pada akhirnya kamu akan terjebak dalam obrolan-obrolan yang menjurus kepada ghibah.

Karena larut dalam pembahasan panjang, kamu sampai tidak menyadari bahwa orang yang sedang kamu bahas merasa sakit hati dan memendam kesedihan.

Bagi kamu yang terlanjur terjebak dalam obrolan-obrolan di atas, segera hentikan kebiasaan kamu jika tidak ingin hal-hal di bawah ini terjadi padamu;

1. Tentu saja, pikiran kamu akan disusupi hal-hal negatif

Saat kamu membahas kekurangan dan kelemahan orang lain, sudah pasti pikiran kamu biasanya akan cenderung ke arah keburukan dan hal-hal negatif. Meski awalnya tak berniat membahas hal tersebut, karena pengaruh lingkungan perlahan namun pasti kamu pasti akan masuk dalam lingkaran obrolan tak bermutu tersebut. Jadi, sebisa mungkin hindari obrolan-obrolan yang menjurus ke arah membicarakan kelemahan orang lain ya?

2. Kamu tidak produktif

Sudah pasti, orang yang sering membicarakan kelemahan orang lain akan kehilangan banyak waktu untuk berbuat hal-hal yang beguna dalam kehidupannya. Baik dalam pekerjaan maupun kemampuan yang dimiliki, mereka akan kehilangan produktivitas seiring dengan intensnya mereka membahas orang lain.

Daripada membicarakan kelemahan orang lain, mending berbuat hal-hal produktif yang menghasilkan sesuatu yang positif kan ya?

3. Membahas kelemahan orang artinya membuka kelemahan sendiri

7 Aturan Menulis Email Profesional, Yakin Selama Ini Sudah Benar?

Banyak orang tak memahami bahwa ketika seseorang membicarakan kelemahan orang lain, artinya mereka otomatis membuka kelemahannya sendiri. Jangan mengira membahas kelemahan orang lain bukan ‘kelemahan’ pribadi lho, karena dari satu kebiasaan tersebut kamu akan dianggap sebagai sosok penggosip yang suka membuka aib sesama.

4. Secara tak sadar kamu memelihara sifat iri dan dengki

Jangan salah, orang yang sering jadi bahan pembicaraan orang lain bukan berarti mereka memiliki banyak kekurangan, lho! Bisa jadi mereka memiliki banyak prestasi yang membuat orang lain mencari celah kekurangan dan membahasnya habis-habisan. Saat kamu membahas kelamahan orang lain, secara tak sadar kamu sebenarnya merasa iri dan dengki dengan prestasi yang mereka dapatkan.

5. Masalah bukan ada pada diri orang lain, tapi ada di dirimu sendiri

Ketika kamu sibuk membahas kelamahan orang lain, sebenarnya masalah utama bukan ada pada diri orang lain melainkan ada pada dirimu sendiri. Kamu bermasalah dengan sikap, watak, dan perilaku yang tak sesuai dengan norma dan kaidah umum saat bernafsu membahas kelemahan orang lain. Jadi, yang seharusnya kamu bahas bukan kelemahan orang lain, tapi ‘kelemahan sikap’ kamu sendiri!

Jika kamu merasa ‘gerah’ saat kelemahanmu dibicarakan orang lain, mengapa tak berpikir sama saat kamu membahas kelemahan orang lain? Jika tidak bisa berbicara dengan baik, maka diam lebih baik. (Red)

Sumber : IDN Times