Beranda Opini Haji dan Pesan Perdamaian Dunia

Haji dan Pesan Perdamaian Dunia

Ilustrasi - foto istimewa ivoox.id

Oleh : Irfan Lirisfana, Kanwil Kemenag Provinsi Banten

Sebagimana yang kita ketahui bersama, bahwa saat ini umat islam di dunia (red; Jemaah haji) sedang melaksanakan prosesi ibadah haji. Indonesia sebagai negara mayoritas muslim sesuai dengan ketentuan dari pemerintah Arab Saudi mendapatkan kuota sebanyak 100.051 jemaah haji (nasional) dan ini merupakan kuota haji terbanyak yang diberikan pihak Arab Saudi kepada Indonesia sebagai negara muslim terbesar setelah sebelumnya Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengumumkan adanya penyelenggaraan Ibadah haji tahun ini setelah 2 tahun vakum dengan tidak adanya penyelenggaraan ibadah haji dari luar Arab Saudi (kemenag.go.id).

Ibadah haji bagi seorang muslim memiliki nilai yang sakral dan syarat akan makna. Sebagai rukun islam yang ke lima, ibadah haji ibarat menjadi penyempurna dari rukun islam lainnya mulai dari syahadat, sholat zakat puasa dan terakhir haji. Seorang muslim akan ‘paripurna’ jika dia sudah menunaikan ibadah haji sebagai manifestasi pelaksanaan rukun islam yang lima. Sebagai rukun islam, haji sangat berkaitan dengan rukun yang lain. Saat mengucap syahadat seorang muslim bersaksi tentang kerosulan nabi Muhamad SAW, di Mekah Rasulullah Muhamad SAW dilahirkan kesana pula Jemaah haji menuju.

Ketika salat kita menghadap kiblat yang searah dengan ka’bah dan ketika berhaji, kita akan melihat langsung ka’bah dan beribadah di depannya. Saat berzakat biasanya kita berzakat untuk orang lain terutama fakir miskin, beribadah haji merupakan satu bentuk mengeluarkan rezeki di jalan Allah untuk dirasakan diri sendiri. Berpuasa Ramadhan merupakan proses belajar tidak hanya menahan dari rasa haus dan lapar, melainkan juga dari hal-hal yang dilarang oleh agama. Ketika berhaji pun jamaah harus berpuasa dan menahan diri dari hal-hal yang haram.

Bila kita menilik kondisi penyelenggaraan haji tahun ini dikaitkan dengan kondisi global dunia saat ini. Di tengah kecamuk konflik perang antara Ukraina versus Rusia yang jelas-jelas menyisakan korban dimana-mana baik materil maupun inmateril, tentu ini menjadi sebuah keprihatinan bersama. Haji sebagai ritual ibadah yang mengandung pesan perdamaian di dalamnya dengan berkumpulnya umat muslim dari seluruh dunia dalam satu tempat dan satu waktu untuk bersama sama memenuhi panggilan Allah SWT dan melaksanakan rangkaian manasik haji, tentu ini menjadi pesan krusial bagi dunia internasional bahwa sebenarnya kita mampu untuk bersatu, berdamai dan beriringan bersama sebagai anak bangsa dan warga dunia tanpa harus berperang dan berseteru antar sesama.

Momentum haji adalah momentum tepat bagi kita semua untuk bisa menyampaikan pesan perdamaian dunia. Dengan menunaikan ibadah haji, umat islam didorong untuk menjadi manusia yang luas gerak dan pandangan hidupnya. Yang dapat menambah ilmu dan pengalaman dengan berbagai bahasa. Melalui perkenalan itu lahir saling pengertian yang lebih baik, rasa hormat, dan saling harga-menghargai diantara sesama umat muslim dari berbagai penjuru dunia.

Sesuai data dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, saat ini kurang lebih ada 11.318 jemaah haji asal Rusia dan 91 jemaah haji asal Ukraina yang mengikuti prosesi haji (kumparanNEWS.com). Tentunya kita berharap mereka (red;Jemaah haji) bisa menjadi Agent Of Peace bagi negaranya untuk bisa menyuarakan pesan perdamaian sekembalinya ke negara masing-masing nanti. Selain langkah diplomasi sebagai bentuk perwujudan upaya menghentikan konflik perang, pengejawantahan nilai-nilai perdamaian dan persatuan menjadi hal yang berharga demi mewujudkan dunia yang aman dari perpecahan dan perseteruan.

Tidak ada orang bahagia karena perang, dan tidak ada peperangan yang menghasilkan kemenangan. Karena sejatinya kemenangan adalah perdamaian itu sendiri. Pada akhirnya kita berharap konflik perang segera diakhiri dengan upaya dan doa yang dipanjatkan (terlebih doa Jemaah haji) ketentraman dan perdamaian dunia dapat segera terwujud, semoga.

(***)