Beranda Peristiwa Gunung Anak Krakatau Erupsi, Status Masih Siaga

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Status Masih Siaga

Foto pemantauan dari website Magma Indonesia.

BANTEN – Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali mengalami erupsi sejak Senin (24/8/2026) malam. Hingga kini erupsi masih terjadi dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 300 meter di atas puncak.

“Sampai sekarang masih erupsi, status masih Siaga,” kata Kepala Pos Pemantauan GAK, Deny Mardiono saat dihubungi lewat pesan WhatsApp, Selasa (25/8/2026).

Deny mengatakan GAK masih terus dipantau dan diawasi. Jarak bahaya dari gunung bagi masyarakat sekitar 3 kilometer. “Tidak kondusif jika berada dalam radius 3 kilometer,” sambungnya.

Berdasarkan laporan pengamatan kegempaan dari website magma.edsdm.go.id, intensitas tasap dari kawah utama berwarna kelabu dan hitam dengan intensitas tebal tinggi sekitar 50-300 meter. Namun, ombak di sekitar GAK dilaporkan masih tenang.

Kemudian juga tercatat delapan kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 55–66 milimeter dan durasi 71 hingga 971 detik.

Selain itu, aktivitas kegempaan didominasi oleh 60 kali gempa hembusan. Gempa jenis ini tercatat memiliki amplitudo 12–59 milimeter dengan durasi 10–105 detik.

Pengamatan juga mencatat enam kali gempa harmonik dengan amplitudo 45–62 milimeter dan durasi 43–757 detik. Sementara itu, tiga kali gempa low frequency terpantau dengan amplitudo 19–42 milimeter dan durasi 13–20 detik.

Sebanyak 16 kali gempa hybrid atau fase banyak juga tercatat, dengan amplitudo 21–58 milimeter dan durasi 16–27 detik. Pada jenis gempa ini, S-P tidak teramati.

Selain rangkaian gempa tersebut, tercatat satu kali tremor menerus dengan amplitudo berkisar 2–50 milimeter, dengan amplitudo dominan 10 milimeter.

Penulis: Audindra Kusuma
Editor: Usman