Beranda Pemerintahan Gubernur Banten Groundreaking Gedung Poliklinik RSUD Malingping

Gubernur Banten Groundreaking Gedung Poliklinik RSUD Malingping

381
0
Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung UPTD RSUD Malingping Kabupaten, Lebak, Selasa (9/7/2019).

SERANG – Pelayanan kesehatan di wilayah Banten Selatan terus dikebut. Pelayanan kesehatan tersebut diklaim menjadi obsesi Gubernur Banten Wahidin Halim.

“Menjadi salah satu obsesi saya saat memimpin untuk membangun kesehatan dan pendidikan,” kata Wahidin saat melakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung UPTD RSUD Malingping, Kabupaten Lebak, Selasa (9/7/2019).

Sebelum memberikan sambutan, Wahidin yang populer dipanggil WH itu, meminta staf RSUD Malingping menjalankan tugas dengan baik.
“Bagus, berikan rasa nyaman dan rasa aman,” pesannya.

Ditambahkan Wahidin, bahwa kesehatan merupakan hak dasar yang harus dirasakan oleh masyarakat Banten. “Saya merasakan betul membangun kesehatan selama menjadi pemimpin. Lengkapi berbagai fasilitasnya,” kata Wahidin.

“Memang kesehatan merupakan kewajiban pemerintah. Dimana pemerintah harus hadir dalam pelayanan kesehatan. Bagaiamna masyarakatnya mampu bersaing kalau masyarakat tidak sehat,” tegasnya.

Gubernur WH pun ungkapkan pengalaman masa lalunya. Bagaimana penderitaan orang miskin saat sakit. Pengalaman masa lalu ini pula yang menjadi motivasinya kelak ketika mendapatkan amanah.

“Sehingga ketika jadi pemimpin saya berkomitmen untuk membangun kesehatan,” tegasnya.

Tidak hanya fasilitas kesehatan, akses terhadap layanan kesehatan diakui juga menjadi perhatiannya.

“Bayangkan kalau jalan tidak baik. Orang sakit bisa menghembuskan nafas terakhir karena jalan yang jelek harus ditempuh lebih lama,” ungkap Gubernur.

Sementara itu Kepala UPTD RSUD Malingping, dr. Dadang Hamzah Nugroho melaporkan acara hari ini merupakan peresmian Gedung Perawatan dan peletakan batu pertama pembangunan gedung tahap 3 dengan dana Rp40,319 miliar.

“Pada tahun 2017 mendapatkan dana Rp54 miliar untuk membangun gedung perawatan dengan kapasitas 115 tempat tidur. Pada tahun 2018 tingkat okupansi mencapai 60,68 persen,” ungkapnya. (You/Red)