
SERANG — Program unggulan Serang Mengaji yang digagas Pemerintah Kota Serang terus menunjukkan perkembangan positif dan dampak nyata. Gerakan yang berfokus pada penguatan pendidikan spiritual ini mulai menuai hasil membanggakan di berbagai sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Ahmad Nuri, menegaskan bahwa Serang Mengaji bukan sekadar program seremonial, melainkan gerakan masif yang mampu meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa secara signifikan.
Hal itu dibuktikan saat ia bersama Satgas Serang Mengaji melakukan pemantauan di SDN 21 Kota Serang, Jumat (24/4/2026). Dalam kunjungan tersebut, dilakukan uji kemampuan terhadap 50 siswa kelas VI dengan hasil yang menggembirakan.
“Alhamdulillah, dari 50 siswa yang dites, semuanya sudah bisa membaca Al-Qur’an. Artinya 100 persen lancar,” ujarnya.
Capaian ini menjadi bukti bahwa program yang diinisiasi Wali Kota Serang tersebut berhasil menghadirkan perubahan nyata dalam dunia pendidikan, khususnya dalam membangun fondasi spiritual sejak dini.
Menurut Nuri, keberhasilan di SDN 21 akan menjadi pijakan untuk memperluas implementasi program ke seluruh sekolah di Kota Serang. Ia menegaskan, pengujian serupa akan dilakukan secara menyeluruh agar program berjalan terukur dan berkelanjutan.
“Kita akan lakukan tes di seluruh sekolah, baik 221 SD maupun 27 SMP negeri. Ini penting untuk memastikan gerakan ini benar-benar memberikan hasil,” katanya.
Menariknya, program Serang Mengaji berjalan tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Seluruh kegiatan digerakkan melalui kolaborasi dan ketulusan berbagai pihak, mulai dari Satgas, kelompok kerja, hingga guru dan kepala sekolah.
“Ini gerakan murni non-APBD. Semua berjalan karena semangat kebersamaan dan keikhlasan untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual dalam dunia pendidikan. Menurutnya, pembelajaran Al-Qur’an menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter anak.
“Pendidikan tidak hanya soal kognitif, tetapi juga hati. Dan itu bisa dimulai dari membaca Al-Qur’an,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala SDN 21 Kota Serang, Raden Yulianti, mengaku bangga atas capaian siswanya. Ia menyebut keberhasilan tersebut tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses pendampingan yang konsisten.
“Awalnya memang ada beberapa siswa yang tertinggal, tapi sekarang Alhamdulillah semuanya sudah lancar mengaji,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi peran Satgas Serang Mengaji yang aktif hadir di sekolah, terutama selama bulan Ramadan. Metode pembelajaran yang menyenangkan, seperti penggunaan lagu dalam metode Mahaba, dinilai efektif meningkatkan minat belajar siswa.
“Anak-anak sangat senang, apalagi dengan metode yang interaktif. Mereka jadi lebih semangat,” katanya.
Untuk menjaga capaian tersebut, SDN 21 menerapkan kebiasaan mengaji sebagai rutinitas harian sebelum kegiatan belajar dimulai. Setiap siswa diwajibkan membawa Juz Amma serta mengikuti kegiatan membaca dan menghafal Al-Qur’an setiap hari.
“Ini sudah menjadi budaya di sekolah kami. Mengaji bukan lagi kegiatan tambahan, tetapi sudah menjadi kebutuhan,” tutupnya.
Penulis: Ade Faturohman
Editor: Usman Temposo