Beranda Bisnis Gerakan Pangan Murah Kecamatan Benda Jadi Buruan Emak-emak

Gerakan Pangan Murah Kecamatan Benda Jadi Buruan Emak-emak

Gerakan Pangan Murah Kecamatan Benda - foto istimewa

KAB. TANGERANG – Guna menekan inflasi dan mewujudkan keterjangkauan pangan bagi masyarakat, yaitu pangan murah yang berkualitas, Kecamatan Benda bersama Dinas Ketahanan Pangan (DKP) menggelar Gerakan Pangan Murah, di Kelurahan Pajang pada 14-15 November dan Kelurahan Belendung 16-17 November.

Langkah ini pun mendapat antusias yang tinggi. Gerakan Pangan Murah berhasil memikat masyarakat dan menjadi buruan ibu-ibu. Pasalnya, harga komoditi yang dijajaki lebih murah dibanding pasaran, dengan perbandingan hingga Rp5 ribu.

“Tadi saya belanja cabai, bawang, jengkol, dan labu. Wah, ternyata benar memang lebih murah, bisa dibilang seperti harga pasar induk. Seperti cabai di luaran Rp25 ribu, disini saya bisa dapat Rp22 ribu per kilo. Bawang di luar Rp20 ribu, disini bisa Rp18 ribu,” papar Rusyati, warga Kelurahan Pajang, Selasa (15/11/2022).

Ia pun mengaku, dengan Gerakan Pangan Murah selain bisa mendapat kebutuhan dapur dengan harga lebih murah. Juga mengurangi ongkos belanja ke pasar. “Jadi kalau bisa dirutinin kegiatan seperti ini. Minimal satu bulan sekali, itu sudah cukup membantu,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan Wati, warga Kelurahan Pajang yang berbelanja paket beras 5kg dan gula 1kg dengan harga Rp55 ribu saja. “Kalau di luar, biasanya dibandrol Rp62 ribu, lumayan banget disini lebih murah Rp8 ribuan. Bisa buat jajan anak besoknya lagi,” seru Wati.

Sementara itu, Camat Benda, Boyke Urif Hermawan usai meninjau Gerakan Pangan Murah di Kelurahan Pajang menyatakan antusias lebih tinggi dihari pertama. Ratusan paket beras, gula dan minyak ludes terjual.

“Kami juga sudah mendengar aspirasi ibu-ibu yang bilang senang dengan kegiatan seperti ini. Mereka berharap digelar lagi, dengan itu kami akan melakukan pendekatan dan menyurati OPD terkait untuk bisa mengakomodir keinginan masyarakat Benda,” kata Boyke.

Ia pun berharap, kegiatan ini bisa sedikit membantu masyarakat ditengah naiknya inflasi. “Ibu-ibu beda Rp2 ribu, Rp3 ribu pasti dikejar, dan ini pasti dibutuhkan dan membantu mereka. Kita usahakan kembali digelar, dengan harga terjangkau namun produk berkualitas,” jelasnya.

(Ril/Red)