
CILEGON – Nur Albab Nusantara Foundation kembali meneruskan kebaikan dengan melaksanakan program pelatihan serta pengembangan skill dan kompetensi secara gratis kepada warga melalui pembelajaran yang khusus dirancang untuk menjawab kebutuhan industri di Kota Cilegon akan SDM yang andal.
“Di tahap awal ini kita memberikan kesempatan pada 10 orang peserta training, bebas usia yang terpenting ada kemauan untuk lebih maju melalui pengembangan kompetensinya sesuai dengan kebutuhan industri,” ungkap Pendiri Yayasan Nur Albab Nusantara Foundation, Edi Haryadi, Sabtu (28/2/2026).
Tak main-main, dalam mewujudkan rencana itu Nur Albab Nusantara Foundation melalui PT Garda Wira Sakti Sholeh menggandeng SEAL Training and Consulting, sebuah lembaga pelatihan dan konsultasi yang fokus pada safety training, manajemen pelatihan, ISO dan Tempat Uji Kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
“Kami berharap SDM yang lahir dari training ini nanti mampu meneruskan kebaikan, sudah siap bekerja dengan telah mengantongi berbagai sertifikasi seperti Authorized Gas Tester, Confine Space Entry hingga sertifikasi K3 Umum,” jelas Edi.
Sebelumnya Direktur SEAL Training and Consulting, Anton Resdiono menerangkan bahwa sebagai perusahaan yang bergerak pada pelatihan di bidang safety, fokus utama pihaknya yakni pada gas detection system, sebuah pelatihan keselamatan kerja terutama berkaitan dengan gas berbahaya.
“Sebagai daerah industri padat modal yang berteknologi tinggi, maka otomatis industri di Kota Cilegon juga berisiko tinggi. Seharusnya dengan pelatihan semacam ini dapat terus berkembang di Kota Cilegon, karena kalau kita melihat dari proses pekerjaan dan risikonya, maka yang dibutuhkan tidak hanya SDM yang berkompetensi, tapi juga harus compliance dengan regulasi pemerintah juga regulasi perusahaan,” ujar Anton.

Peserta training itu nanti, lanjut Anton, diharapkan telah memahami fungsi dan jenis-jenis mechanical seal yang digunakan di berbagai peralatan industri, menguasai prosedur instalasi dan perawatan yang benar untuk mencegah kebocoran dan kerusakan hingga mampu mengidentifikasi dan analisis penyebab kegagalan pada mechanical seal.
“Sebagai contoh kita bekerja pada sebuah industri migas, pasti ada gas berbahaya, gas beracun, gas yang mudah terbakar dan meledak. Jadi bagaimana kita melakukan pendekatan safety, dengan kemampuan mengetahui potensi dan bahayanya, sehingga dia bisa mempersiapkan diri,” imbuhnya.
Sementara Human Resources Specialist PT Vopak Terminal Merak, Ajeng Yuanita mengapresiasi positif adanya pelatihan SDM yang dipusatkan di Kelurahan Rawa Arum, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon tersebut.
“Karena selama ini kami mencari partner training harus agak jauh lokasinya. Kalau di Nur Albab Nusantara Foundation ini lokasinya masih satu kecamatan (dengan PT Vopak Terminal Merak-red) jadi lebih memudahkan kami untuk membangun kolaborasinya. Apalagi di sini juga sudah dengan peralatan yang lengkap, ruangan kelas training yang memadai, sudah representatif ditambah dengan trainer yang mumpuni,” ujar Ajeng ditemui saat mengunjungi pusat pelatihan.
Penulis: Gilang Fattah
Editor: Wahyudin