KAB. SERANG — Himpunan Mahasiswa Serang (HAMAS) menggelar aksi teatrikal untuk mengkritik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang yang mereka nilai mengabaikan persoalan masyarakat.
Pantauan BantenNews.co.id, Rabu (14/10/2026) petang, dua orang aktivis melakukan aksi teatrikal dari halaman parkir hingga ke depan Gedung Setda Pemkab Serang, sekira pukul 17.55 WIB.
Aksi juga berlanjut hingga teras Pendopo Bupati Serang. Demo juga mendapatkan penjagaan dari Polisi dan Satpol PP.
Aktivis HAMAS, Iqbal Hambali, menuding pemerintah lebih sibuk menjaga kepentingan kekuasaan daripada menyelesaikan masalah mendasar warga.
Dalam aksi tersebut, HAMAS menyoroti persoalan pendidikan, kerusakan lingkungan, pengangguran, kemiskinan, kesehatan, aktivitas pertambangan, hingga dugaan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di lingkungan birokrasi.
“Aksi ini menjadi bentuk protes terhadap sikap pemerintah yang mereka nilai membungkam kritik. Pemerintah harus menentukan prioritas pembangunan berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat, bukan menghabiskan anggaran untuk kegiatan yang tidak mendesak,” kata Iqbal.
“Kalau memang Kabupaten Serang PAD-nya sangat kecil, seharusnya pemerintah cerdas untuk bagaimana menangani persoalan, bukan malah menghambur-hamburkan biaya untuk kepentingan-kepentingan yang tidak panjang dan tidak cukup relevan demi kebutuhan masyarakat,” tambah Iqbal.
Ia mengatakan, HAMAS sebelumnya membawa 13 tuntutan saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Banten. Tuntutan tersebut mencakup sejumlah persoalan dasar yang menurut mereka belum mendapat penyelesaian serius dari pemerintah daerah.
Iqbal juga menolak klaim bahwa Kabupaten Serang sudah bahagia seperti yang dijadikan jargon kepemipinan Pemkab Serang saat ini. Menurutnya, kondisi masyarakat yang masih menghadapi berbagai persoalan menjadi bukti bahwa pemerintah belum menjawab kebutuhan warga.
“Jelas belum bahagia, itu sudah jelas,” ujarnya.
HAMAS bahkan mendesak Bupati Serang, Wakil Bupati Serang, serta jajaran Pemkab Serang turun dari jabatan jika tidak mampu menyelesaikan persoalan masyarakat.
“Kalau memang tidak bisa menyelesaikan persoalan, lebih baik turun. Lebih baik turun daripada kami hanya mengharap-mengharapkan lalu mereka hanya melontarkan ilusi-ilusi yang selalu digawangkan tiap saat,” tegasnya.
Selain memprotes kebijakan pemerintah, HAMAS menyoroti tindakan represif aparat saat aksi mahasiswa sebelumnya.
Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah
