Beranda Pemerintahan Gedung Asrama Haji Pandeglang Terbengkalai

Gedung Asrama Haji Pandeglang Terbengkalai

820
0
Gedung Asrama haji milik Kabupaten Pandeglang yang terletak di kawasan Stadion Badak Kuranten Kelurahan Saruni, Kecamatan Majasari tidak digunakan dan dibiarkan terbengkalai. (Memed/bantennews)

PANDEGLANG – Gedung Asrama haji milik Kabupaten Pandeglang yang terletak di kawasan Stadion Badak Kuranten Kelurahan Saruni, Kecamatan Majasari tidak digunakan dan dibiarkan terbengkalai.

Gedung yang seharusnya digunakan untuk menampung jemaah haji sebelum berangkat ke Tanah Suci ini tidak terawat dan terlihat angker.

Seorang warga sekitar, Deni Munandar mengatakan, gedung tersebut sudah lama didirikan, namun dirinya tidak mengetahui secara persis kapan didirikannya gedung tersebut.





“Kalau tahunnya saya tidak tahu persis, tapi ini betul gedung asrama haji katanya. Tidak tahu kenapa gedung ini tidak digunakan, kalau aula asrama ini digunakan, dulu sempat jadi Dispora, kemudian jadi Dinas Cipta Karya, dan sekarang jadi Dinas Lingkungan Hidup,” Kamis (8/8/2019).

Diperkirakan pembangunan gedung tersebut sudah sekitar sepuluh tahun lebih, karena beberapa dinas yang telah mengisi aula asrama haji tersebut sudah beberapa kali.

“Kalau usianya mungkin sekitar sepuluh tahun lebih ya usia gedung ini, karena pergantian beberapa dinas yang mengisi aula gedung asrama haji tersebut sudah beberapa kali ganti,” ucapnya.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Pandeglang, Wawan Shofwan mengatakan, dirinya tidak mengetahui secara persis kapan pembangunan gedung itu. Namun ia mengakui jika memang gedung tersebut belum pernah digunakan oleh jemaah haji sebagai tempat singgah.

“Saya kuranng tahu itu, semenjak bupatinya pak Dimyati kalau tidak salah, belum pernah digunakan,” terangnya.

Sementara itu Bupati Pandeglang, Irna Narulita menginginkan gedung tersebut untuk digunakan kembali sebagai persediaan gedung bagi lembaga yang belum memiliki gedung.

“Gedung itu untuk cadangan, karena kan kami sekarang banyak lembaga baru yang belum memiliki gedung, seperti Apdesi. Intinya gedung itu untuk cadangan bagi instansi vertikal,” ujarya. (Med/Red)