Beranda Bisnis Garuda Wacanakan Pernikahan di Pesawat

Garuda Wacanakan Pernikahan di Pesawat

223
0
foto: goodnewsfromindonesia.id

Jakarta – Muncul wacana maskapai Garuda Indonesia akan memfasilitasi traveler yang akan menggelar pesta pernikahan di atas udara. Garuda pun serius untuk mewujudkannya.

I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra, Direktur Utama Garuda Indonesia, sebelumnya telah melontarkan wacana menarik. Penumpang nantinya bisa menggelar pesta pernikahan di pesawat Garuda. Ini termasuk bagian dari New Experience yang akan dihadirkan Garuda untuk para penumpangnya.

“Kita sudah keluarkan artis menyanyi di pesawat, terus kemudian nanti mencoba meminta izin ke regulator, bahwa nanti bapak-bapak ibu-ibu yang mau menikah bisa di atas pesawat, asyik kan?,” ungkap pria yang kerap disapa Ari Askhara itu di Hotel Dharmawangsa, Jalan Brawijaya Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (2/10) malam.

BACA JUGA: Rencana Penawaran Baru Garuda: Menikah di Pesawat

Ternyata wacana ini sudah dibicarakan Ari ke pihak-pihak terkait. Termasuk di antaranya ke Event Organizer ataupun Wedding Organizer.

“Kami sudah berbicara dengan beberapa EO atau Wedding Organizer. Kita akan tawarkan paket menarik, menikah di atas pesawat. Tentunya kita nggak cari untung dulu. Kita berikan New Experience dan product dulu. Its new idea, belum tentu juga laku, tapi kita tawarkan,” ujar Ari di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (4/10/2019).

Ari mengaku New Experience ini akan menyasar ke pasangan milenial yang ingin hari istimewanya tidak akan terlupakan seumur hidup. Yang dimaksud Ari tentu momen saat lamaran atau pesta pernikahan, bukan saat Akad Nikahnya.

“Mudah-mudahan yang milenial atau penumpang-penumpang muda yang ingin propose pasangannya di atas pesawat ya. Sebenernya bukan akad nikahnya, tetapi mungkin resepsinya. Kalau akad nikahnya kan harus tanggal berapa, dimana gitu kan, kalau di atas susah juga. Tapi its a good idea ya, mudah-mudahan,” kata Ari.

Soal teknis terkait rute penerbangan atau mau berapa banyak jumlah tamu, Ari berencana mengembalikan lagi ke pihak yang punya acara.

“Terserah merekanya, kalau memang mau kita akan blok seat beberapa kursi untuk para tamu atau keluarga, atau charter, kita fleksibel saja. Kalau charter akan lebih mahal. Kalau mau Airbus, bisa 300 orang, lumayan banyak. Kalau NG, cukup 150-170an orang. Kalau mau lebih kecil lagi silahkan. Kalau ATR nggak mungkin lah, kekecilan,” ucap Ari setengah bercanda.

Karena masih berupa rencana, Ari mengaku tidak akan menargetkan yang besar dulu. Tapi jika animonya bagus, bisa jadi akan ada penyesuaian.

“Saya sih nggak menargetkan yang besar. Yang pasti, berapa seat yang mereka mau kita kenakan harga tiket normal. Jika animo sudahh cukup bagus, akan kita charge dengan harga charter,” imbuhnya.

Lantas kapan penumpang Garuda Indonesia bisa menikmati layanan baru ini? “Kalau sudah ada akan langsung kita introduce,” jawab Ari. (Red)

Sumber: Detikcom