Beranda Peristiwa Garbi Soroti Ledakan Urbanisasi di Kota Tangerang Selatan

Garbi Soroti Ledakan Urbanisasi di Kota Tangerang Selatan

530
0
Ilustrasi - foto istimewa tribunnews.com

TANGSEL – Tingginya tingkat urbanisasi di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi perhatian bagi Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) Tangsel. Mengingat, melesatnya urbanisasi ini berimplikasi terhadap ruang sosial dan ekonomi masyarakat Tangerang Selatan.

Menurut, Subkhan AS, mantan Bendahara Umum GARBI Tangsel yang saat ini menjabat sebagai Sekjen GARBI Tangsel, pesatnya pembangunan di Tangsel telah mengundang urbanisasi. Hal tersebut, menandakan keberhasilan Pemerintah Kota Tangsel dalam menjalankan roda pemerintahan dibidang pembangunan ekonomi, sehingga kota termuda di propinsi Banten ini menjadi wilayah yang kerap diburu oleh para pengadu nasib.

“Pemerintah Kota Tangsel mestinya berbangga hati, karena Tangsel telah menjadi kota tujuan para pengadu nasib. Artinya, Tangsel adalah salah satu kota harapan yang memiliki masa depan cerah bagi para pengadu nasib,” ucap Subkhan AS, Senin (19/8/2019).

Sebab itu, lanjut dia, Pemkot Tangsel perlu segera menata ruang sosial dan ekonomi di Tangsel.
Pasalnya, melesatnya angka urbanisasi itu telah mengakibatkan ledakan jumlah penduduk. Subkhan AS menilai, jika tidak ditangani dengan baik, lambat laun ledakan jumlah penduduk itu akan menciptakan kesenjangan sosial antar masyarakat asli Tangsel dengan masyarakat pendatang.

“Perebutan ruang di perkotaan merupakan cerita utama dalam proses pembangunan kota. Meningkatnya intensitas penetrasi kapital demi memuluskan investasi yang diyakini mampu mewujudkan kesejahteraan rakyat, mengakibatkan tersingkirnya ruang-ruang publik,” jelasnya.

Terbatasnya ruang kota akan membawa konsekuensi bahwa penggunaan ruang yang berlangsung secara terus-menerus akan melibatkan ketegangan di antara sejumlah kelompok kepentingan, hal tersebut dikarenakan tingginya permintaan akan ruang, baik oleh perorangan maupun oleh kelompok tertentu. Oleh karena itu konflik yang menyangkut penggunaan lahan di perkotaan dapat timbul dengan mudah.

(Red)