SERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang menggandeng Universitas Primagraha (UPG) menghadirkan layanan home care gratis bagi masyarakat kurang mampu. Lewat program ini, dokter dan perawat akan mendatangi pasien langsung ke rumah untuk menangani penyakit non-darurat tanpa biaya.
Pemkot Serang menjadwalkan peluncuran program tersebut bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kota Serang. Untuk mendukung operasional, UPG menghibahkan dua unit mobil yang akan digunakan sebagai armada layanan home care.
Wali Kota Serang, Budi Rustandi, mengatakan kolaborasi itu menjadi bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat.
“Alhamdulillah dari sinergi ini kita banyak bekerja sama. UPG memberikan bantuan berupa dua unit mobil untuk program home care. Ini merupakan terobosan baru yang ditujukan membantu masyarakat, khususnya warga kurang mampu yang membutuhkan pelayanan kesehatan di rumah,” kata Budi.
Menurut Budi, layanan home care memiliki fungsi berbeda dengan ambulans. Ambulans tetap menangani kondisi gawat darurat, sedangkan home care melayani pasien yang masih bisa mendapatkan perawatan di rumah.
“Masyarakat cukup menghubungi layanan yang kami siapkan. Dokter dan perawat akan datang ke rumah, memeriksa pasien, memberikan pengobatan sekaligus obat secara gratis. Jadi masyarakat tidak harus selalu datang ke puskesmas atau rumah sakit,” ujarnya.
Pemkot Serang bersama Dinas Kesehatan dan UPG kini menyusun standar operasional prosedur (SOP) agar program berjalan maksimal. Budi berharap layanan tersebut menjadi pelopor di Provinsi Banten.
“Kalau ini berhasil dilaksanakan, mudah-mudahan menjadi yang pertama di Banten. Saya mengapresiasi UPG yang terus membangun kolaborasi dengan Pemerintah Kota Serang,” katanya.
Budi juga mengapresiasi kontribusi UPG yang selama ini aktif memberikan beasiswa bagi masyarakat kurang mampu serta mendukung berbagai program sosial Pemkot Serang.
Sementara itu, Pembina Yayasan Insan Pelita Pratama Indonesia (YIPPI) yang menaungi Universitas Primagraha, Haerofiatna, mengatakan program home care lahir dari kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang mudah dijangkau.
Menurutnya, banyak pasien dengan keluhan ringan tidak perlu memenuhi ruang pelayanan rumah sakit karena cukup menjalani pemeriksaan dan pengobatan di rumah.
“Kalau penyakitnya ringan, cukup diperiksa dokter dan diberikan obat di rumah. Tidak perlu antre di rumah sakit. Harapannya masyarakat yang tidak mampu juga bisa merasakan pelayanan kesehatan layaknya memiliki dokter pribadi,” ujarnya.
Haerofiatna menjelaskan layanan home care akan beroperasi setiap hari kerja mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Di luar jam tersebut, masyarakat yang mengalami kondisi darurat tetap harus menggunakan layanan ambulans.
Ia menambahkan, masyarakat dapat mengakses layanan melalui nomor darurat milik Pemkot Serang maupun aplikasi Serang Digital. Dinas Kesehatan akan menyiapkan dokter dan perawat dari puskesmas melalui sistem piket.
Menurutnya, program ini akan mempercepat akses pelayanan kesehatan bagi warga kurang mampu sekaligus mengurangi kepadatan pasien di puskesmas dan rumah sakit untuk kasus-kasus non-darurat.
Penulis : Ade Faturohman
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
