
KAB. SERANG — Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali erupsi pada Kamis (10/9/2026) pagi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang mencatat erupsi terjadi pukul 09.10 WIB selama sekitar 17 detik.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat mengatakan, erupsi tersebut menghasilkan amplitudo maksimum 47 milimeter. Petugas tidak dapat mengamati tinggi kolom erupsi.
“Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III (Siaga),” kata Ajat.
Aktivitas kegempaan juga masih berlangsung. Pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat tiga kali gempa hybrid atau fase banyak serta tremor menerus.
Sebaran abu vulkanik juga terus berubah mengikuti arah dan kecepatan angin. Kondisi itu membuat BPBD meningkatkan pemantauan, terutama di wilayah yang terdampak abu.
BPBD mencatat abu vulkanik berdampak pada 29 kecamatan di Kabupaten Serang. Kecamatan Anyer dan Cinangka menjadi dua wilayah yang mendapat perhatian khusus karena dampak abu cukup signifikan.
Hingga kini, BPBD terus memantau kondisi dan berkoordinasi dengan sejumlah instansi. Petugas juga mendistribusikan masker ke wilayah terdampak untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik.
Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang memasang alat deteksi dan pemantauan debu abu vulkanik di Desa Umbul Tanjung, Kecamatan Cinangka.
BPBD meminta warga menggunakan masker, terutama saat abu meningkat. Warga juga perlu mengurangi aktivitas di luar rumah, menjaga kebersihan lingkungan, serta mengikuti informasi resmi dari PVMBG/Badan Geologi, BMKG, dan BPBD.
Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah