Beranda Cinta Gak Buru-buru Nikah, 5 Tanda Kalau Kamu Bahagia dengan Hidupmu

Gak Buru-buru Nikah, 5 Tanda Kalau Kamu Bahagia dengan Hidupmu

207
0
Ilustrasi - foto istimewa IDN Times

Menikah dijadikan salah satu tujuan hidup yang katanya bikin bahagia. Namun, di golongan masyarakat lainnya banyak yang meyakini bahwa menikah itu sebuah pilihan dan bukan tujuan hidup, jadi gak menikah juga sah-sah saja.

Nah, coba baca dulu artikel ini. Jika kamu merasakan lima tanda di bawah ini, artinya kamu benar-benar sedang menikmati hidup meski sekarang masih berstatus single.

1. Hubungan ada di prioritas kesekian, kamu masih terlalu menikmati hidupmu tanpa pusing soal menjalin hubungan

Kamu sedang menyusun skala prioritas, namun hubungan percintaan ada di urutan kesekian. Bagimu, sekarang masih banyak hal yang perlu dikejar. Entah itu karier, pendidikan, keluarga, berdamai dengan diri sendiri hingga mungkin menuntaskan hal lain yang belum selesai.

Masalah percintaan sengaja ada di urutan kesekian karena kamu enggan terdistraksi. Kamu ingin total menuntaskan satu persatu daftar prioritas yang menurutmu lebih penting dan urgent.

2. Kamu gak pernah terbebani dengan target kapan akan menikah, biarkan semua mengalir begitu saja

“Kamu kan sudah lama pacaran sama dia, kapan menikah?”

“Kamu kapan akan memberi cucu buat ayah dan ibu?”

Pertanyaan itu mungkin wajar dilontarkan oleh orang-orang di sekitarmu, terutama orangtua. Meski demikian, kalimat dari mereka gak pernah membebani. Kamu sendiri yang tahu dan bisa mengukur kesiapanmu. Kamu percaya jika saatnya sudah datang, mungkin kamu akan menikah atau mungkin juga pilih hidup sendiri. Apa pun keputusan yang akan bikin kamu bahagia.

3. Saat ada teman yang berbahagia karena menikah dan punya anak, gak ada rasa sirik atau terlintas pikiran ‘Aku kapan ya?’

Tulus dan ikut senang bakal dilakukan ketika kamu sungguh menikmati hidup. Gak ada rasa iri karena seorang teman akhirnya menikah atau punya momongan. Semua sudah ada waktunya, jadi gak akan terlintas juga kalimat ‘Aku kapan ya?’. Kamu percaya sekarang pun kamu sedang sungguh menikmati hidup, gak harus nunggu nikah kok biar bahagia.

4. Kamu berhenti membandingkan hidupmu dengan orang lain, semua orang punya versi kebahagiaannya sendiri

Ini alasan sebenarnya kenapa kamu ikut bahagia dengan kehidupan orang-orang di sekitarmu. Kamu berhenti membandingkan hidupmu dengan mereka. Kamu gak mengukur bahwa kamu harus ke luar negeri dulu, atau harus menikah dan punya anak dulu biar bahagia. Menurutmu versi kebahagiaan seseorang gak bisa dipukul rata dan sekarang kamu sedang menikmati versimu sendiri.

5. Bagimu, menikah itu bukan tolak ukur kebahagiaan. Menikah adalah sebuah pilihan yang akan kamu ambil dengan penuh kesadaran & tanggung jawab

Menikah atau gak menikah jadi opsi yang sama-sama mungkin untukmu. Jika kamu memang akan menikah kamu bakal menimbang secara matang keputusanmu itu. Kamu sadar bahwa menikah itu bukan keputusan yang bikin auto bahagia dan hidup bak negeri dongeng. Menikah itu diikuti dengan tanggung jawab baru dan kamu sudah siap akan hal itu.

Kalau kamu sendiri golongan menikah cepat, menikah di usia matang, atau bahkan gak menikah? Apa pun pilihan hidupmu, itu sah-sah saja. Yang penting pastikan kamu merasa bahagia ya. (Red)

Sumber : IDN Times