Beranda Bisnis FKIJK Dongkrak Rendahnya Literasi Penduduk Banten Soal Lembaga Keuangan

FKIJK Dongkrak Rendahnya Literasi Penduduk Banten Soal Lembaga Keuangan

Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan Provinsi Banten dan jajaran pengurus. (Ist)

SERANG – Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional I DKI Jakarta dan Banten, Dhani Gunawan Idat meresmikan terbentuknya Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Provinsi Banten di Hotel Le Dian, Kota Serang, Rabu (9/9/2020).

FKIJK merupakan wadah komunikasi dan koordinasi antara pimpinan industri jasa keuangan dengan regulator dalam rangka percepatan akses keuangan kepada masyarakat dan UMKM untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah demi mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera.

“FKIJK ini nantinya akan berkiprah melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dalam pembangunan dari sisi literasi edukasi mengenai lembaga keuangan. Misalnya bagaimana mendorong penyaluran kredit yang baik kepada masyarakat,” ujarnya kepada BantenNews.co.id.

Dewan Pembina FKIJK Banten yang dijabatnya bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Erwin Soeriadimadja ini menyatakan, pentingnya literasi tersebut menyusul adanya pengamatan OJK yang menemukan bahwa tingkat literasi keuangan di Banten yang masih relatif rendah, yakni berada pada kisaran 39,27 persen, jauh di bawah peringkat nasional di kisaran 76,19 persen.

“Jadi pemahaman masyarakat kita pada lembaga keuangan itu masih tergolong rendah. Sehingga berdampak pada keterlibatan masyarakat kepada lembaga keuangan ini masih rendah. Masih banyak masyarakat yang menggunakan lembaga non keuangan untuk melaksanakan transaksi keuangan. Misalnya kepada rentenir atau ke pinjaman pada lembaga yang non formal,” imbuhnya.

Dhani menerangkan, terbentuknya FKIJK di Banten agar seluruh lembaga keuangan di tanah jawara ini dapat lebih fokus massif mengedukasi masyarakat terkait lembaga keuangan.

“Pembentukan FKIJK Banten ini memang diakui tergolong terlambat, karena pimpinan perbankan banyak yang mengacu ke DKI. Sehingga merasa kalau sudah ada di DKI, itu sudah mencakup Banten. Tapi kita ingin lebih fokus agar di Banten ini terdapat FKIJK agar kegiatan literasi dan edukasi ini lebih terkoordinir dan sistematik dan gerakannya bersama karena selama ini kita masing-masing lembaga,” jelasnya.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 1 DKI Jakarta dan Banten, Dhani Gunawan Idat. (Ist)

Sementara Ketua Umum FKIJK Banten, Sabaruddin menambahkan bahwa keberadaan FKIJK Banten diharapkan sekaligus dapat mempermudah koordinasi, monitoring dan evaluasi terhadap implementasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), khususnya di sektor jasa keuangan.

“Kita juga menginginkan agar lembaga keuangan yang ada di Banten ini solid, tidak ada perbedaan pandangan karena pemanfaatan lembaga keuangan di daerah kita yang belum maksimal. Pemahaman masyarakat kita rendah soal pemanfaatan lembaga keuangan, bankable. Jadi pemahamannya masih bias misalnya soal pinjaman,” katanya.

Lebih jauh Direktur Edukasi dan Perlindungan Konsumen (EPK) Kantor OJK Regional I DKI Jakarta dan Banten ini menyampaikan bahwa kendati dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini, namun tidak mengurangi semangat dan upaya regulator dan Industri Jasa Keuangan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya mendorong perekonomian daerah.

“Kita perlu luruskan soal lembaga keuangan yang masih dipandang masyarakat kita sebagai sebuah lembaga yang high. Inilah fungsi adanya edukasi dan literasi. Memang ini tugas berat forum, makanya kita perlu solid dan bersinergi untuk menaikkan prosentase literasi dan edukasi. Dalam jangka pendek kita akan mempersiapkan agenda kerja program, meningkatkan literasi. Kalau literasi naik, otomatis mindset itu akan berkurang dengan sendirinya sehingga timbul peningkata pemanfaatan lembaga jasa keuangan. Jadi semuanya nanti diuntungkan,” tandasnya. (dev/red)