Beranda Pariwisata Film Dinilai Bisa Dongkrak Potensi Wisata Daerah

Film Dinilai Bisa Dongkrak Potensi Wisata Daerah

93
0
Foto istimewa

LEBAK – Melihat kesuksesan novel dan film Laskar Pelangi dan film-film nasional lainnya dalam mempromosikan daerah serta mendongkrak sektor pariwisata, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI melalui Direktur Jenderal Kebudayaan menggelar diskusi terbatas dalam rangka Pembahasan Film berbasis Budaya Lokal dan Mendorong Promosi Daerah Melalui Film Cerita, bertempat di Grand Hyatt Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Pada diskusi terbatas tersebut, berlangsung pemaparan ide-ide cerita budaya lokal masing-masing daerah yang dianggap menarik untuk dikemas melalui media film.

Direktur Jenderal Kebudayaan pada Kemendikbud, Hilmar Farid yang memimpin langsung jalannya diskusi terbatas tersebut menjelaskan diskusi ini bertujuan untuk mendorong sektor wisata budaya khususnya di 14 daerah yang hadir pada diskusi saat ini, melalui kolaborasi dan kerjasama antara pemerintah daerah dengan stakeholder perfilman dalam mengemas film cerita budaya lokal secara peofesional, sehingga mampu menjadi media promosi yang efektif seperti halnya film Laskar Pelangi yang bukan hanya mampu mengenalkan Kepulauan Belitung sebagai latar lokasi film tersebut, akan tetapi membawa dampak luar biasa khususnya dalam sektor pariwisata.

“Kemendikbud akan membantu dalam mengembanggkan ide, riset dan menyiapkan sekenario serta workshop guna menjaga kualitas film yang akan dihasilkan nanti,” ungkap Hilmar

Sementara itu Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya yang hadir dalam acara diskusi terbatas tersebut mengatakan bahwa Lebak telah menggunakan metode promosi daerah melalui media film yaitu Film Ambu, yang mengangkat budaya lokal suku baduy.

“Alhamdulillah Film Ambu yang kemarin kita buat mampu meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung ke Suku Baduy,” ujar Iti.

Pada kesempatan itu pula Iti memaparkan ide cerita film budaya lokal Lebak yang dinilainya memiliki nilai jual baik secara komersil maupun promosi daerah yaitu Cerita Sosok Multatuli yang dikenal melalui novel Max Havelar, dimana menurut Bupati dalam masa Multatuli atau masa kolonial tersebut terdapat kisah cinta menarik antara Saidja Adinda yang dinilainya dapat menjadi nilai tambah.

(Red)