Beranda Budaya Festival Muharram Cengkok Tangerang Padukan Syiar Islam, Aksi Sosial, dan Pemberdayaan UMKM

Festival Muharram Cengkok Tangerang Padukan Syiar Islam, Aksi Sosial, dan Pemberdayaan UMKM

Festival Muharram Cengkok 1448 Hijriah di Kampung Cengkok, Desa Sentul, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang

KAB. TANGERANG – Festival Muharram Cengkok 1448 Hijriah di Kampung Cengkok, Desa Sentul, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, Sabtu (11/7/2026), tidak hanya menjadi peringatan Tahun Baru Islam, tetapi juga dirancang sebagai ruang yang menggabungkan kegiatan keagamaan, sosial, budaya, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Gubernur Banten Andra Soni dan dihadiri Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid, bersama sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah.

Dalam rangkaian acara, masyarakat mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari santunan anak yatim, sunatan massal, bazar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), diskusi literasi, hingga pertunjukan seni budaya khas Banten. Beragam agenda tersebut menjadi bagian dari upaya menghidupkan tradisi Muharram sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam aktivitas sosial.

Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid mengatakan penyelenggaraan Festival Muharram Cengkok merupakan hasil kolaborasi masyarakat, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Hidayah, LPK Cengkok Karya Mandiri, serta berbagai unsur lainnya.

Ia menilai kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai seremoni pergantian tahun Hijriah, tetapi memiliki dampak sosial yang lebih luas melalui kepedulian kepada masyarakat dan penguatan ekonomi lokal.

“Festival ini bukan sekadar memperingati Tahun Baru Islam, tetapi menjadi wadah syiar Islam, memperkuat solidaritas sosial, sekaligus memberdayakan ekonomi masyarakat melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan,” kata Maesyal Rasyid.

Menurutnya, semangat hijrah yang diperingati setiap Muharram dapat dimaknai sebagai dorongan untuk membangun kehidupan yang lebih baik, termasuk membentuk generasi yang berintegritas, berakhlak, dan menjunjung tinggi nilai kejujuran.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kerja sama dengan pemerintah dalam mendukung pembangunan Kabupaten Tangerang yang religius dan memiliki daya saing.

Selama pelaksanaan festival, pemerintah juga mengimbau masyarakat menjaga ketertiban, keamanan, dan kebersihan lingkungan agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung kondusif.

Baca Juga :  DPRD Banten Gandeng Untirta Rancang Peraturan tentang Pemajuan Kebudayaan Daerah

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menilai Festival Muharram Kampung Cengkok merupakan tradisi masyarakat yang layak dipertahankan karena mampu memadukan kegiatan keagamaan dengan pemberdayaan sosial dan ekonomi.

Menurut Andra, keberadaan bazar UMKM, kegiatan sosial seperti sunatan massal, serta keterlibatan warga menjadi bukti bahwa peringatan Muharram dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Festival Muharram Kampung Cengkok merupakan tradisi yang harus dilestarikan. Kehadiran UMKM lokal hingga kegiatan sosial semakin memperkuat nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, dan keharmonisan,” ujarnya.

Selain pemerintah daerah, kegiatan tersebut juga dihadiri Staf Khusus Kementerian Sosial serta Staf Khusus Kementerian Haji dan Umrah yang memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.

Festival Muharram Cengkok diharapkan terus menjadi agenda tahunan yang tidak hanya menjaga tradisi keagamaan, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial, membuka ruang promosi bagi UMKM lokal, dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.

Tim Redaksi