Beranda Bisnis Faktor Curah Hujan Tinggi, Harga Cabai di Tangsel Melejit Naik

Faktor Curah Hujan Tinggi, Harga Cabai di Tangsel Melejit Naik

260
0
Pedagang di pasar tradisional di Tangsel.

 

TANGSEL – Curah hujan yang sangat tinggi yang dimulai sejak pergantian tahun lalu, mengakibatkan harga cabai di Kota Tangerang Selatan (Tagsel) melejit naik lantaran permintaan yang tinggi sementara produksi menurun.

Salah satu pedagang sayuran di Pasar Ciputat Sunarti mengatakan, kenaikan harga khususnya cabai merah dimulai sejak awal tahun lalu. Akibat kenaikan itu, pendapatan yang diperoleh Sunarti menjadi menurun.

“Ya sekarang gini, untuk belanja cabai dengan harga yang sekarang saja, bisa habis Rp1,5 juta. Belum saya belanja yang lain. Jadi kadang untungnya ga ada,” kata Sunarti saat ditemui di pasar Ciputat, Rabu (15/1/2020).

Selain itu, kenaikan harga itu juga membuat dirinya serba salah dalam menjual kepada pembeli.

“Ya kita enggam bisa apa-apa. Kita cuma beli stok terus kita jual lagi. Sekarang gini, biasanya pembeli itu beli cabai Rp5 ribu atau se-ons, harga sekarang naik, jadi serba salah, enggam enak gitu, Mas. Kita layanin kaya biasa kita bisa rugi, gak dilayanin kasian pembeli. Jadi ya saya kasih dikit aja,” jelasnya.

Menanggapi hal itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel Maya Mardiana mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi denga Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dan Dinas Perindustrian Provinsi Banten untuk solusi pasokan dan pemetaaan perkiraan waktu panen termasuk kemungkinan untu operasi pasar.

“Karena untuk operasi pasar itu kan tetap dipengaruhi oleh ketersediaan pasokan dari Nasional,” ungkap Maya saat dihubungi BantenNews.co.id, Rabu (15/1/2020).

Kenaikan harga cabai tersebut, kata Maya, bukan hanya di Tangsel saja, melainkan hampir secara nasional.
Sementara untuk bahan-bahan pokok lainnya, lanjut Maya, masih dalam harga standar seperti beras termurah rata-rata Rp9250, medium Rp10.200 dan premium Rp11.200.

“Demikian juga untuk telor ayam dan daging masih stabil sementara bawang merah ada penurunan 8%. Yang mengalami kenaikan adalah cabe merah naik sekitar 21%.Hal ini disebabkan karena faktor cuaca dengan curah hujan tinggi, permintaan meningkat pada saat kemarin Nataru dan adanya kenaikan harga di pemasok,” pungkasnya. (Ihy/Red)