SERANG – Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Banten memperketat pengawasan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setelah sejumlah kasus keracunan muncul dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG)
BGN tidak hanya mengawasi dapur pada jam kerja. Tim Regional Banten turun langsung tengah malam ketika SPPG mulai memproduksi makanan untuk memastikan setiap tahapan produksi mengikuti standar yang berlaku.
Kepala Regional BGN Banten Asep Royani mengatakan langkah tersebut mengikuti arahan pimpinan BGN yang baru, Sudaryono. BGN ingin mempersempit celah terjadinya kejadian luar biasa, termasuk keracunan makanan.
“Kami lakukan dari jajaran regional bergiliran bertahap kami lakukan monitoring secara langsung,” ujar Asep kepada BantenNews.co.id melalui sambungan telepon, Senin (10/8/2026).
BGN memilih dapur secara acak untuk menjalankan inspeksi. Tim menyisir sejumlah wilayah, mulai dari Lebak, Pandeglang, Kota Serang, Kabupaten Serang hingga Cilegon.
Asep mengatakan pola pengawasan tersebut akan berlanjut ke wilayah Tangerang Raya. BGN akan meningkatkan intensitas monitoring pada malam hari, terutama saat dapur SPPG menjalankan produksi.
“Kami lakukan monitoring secara langsung. Malam-malam kami berkunjung ke dapur-dapur tertentu yang memang kami datangi secara random, memonitoring mulai dari daerah Lebak, Pandeglang, kemudian Kota Serang dan Kabupaten Serang, terakhir ke Cilegon,” katanya.
Menurut Asep, tim BGN fokus memeriksa penerapan standar operasional prosedur (SOP) di setiap dapur. Infrastruktur juga masuk dalam pemeriksaan, tetapi kepatuhan terhadap SOP menjadi perhatian utama.
“Dari segi infrastruktur dan SOP kami lebih concern kepada SOP. Jadi kalau ada dapur yang tidak menjalankan SOP sebagaimana mestinya, itu jadi bahan catatan kami untuk kami evaluasi,” tegas Asep.
BGN akan mengevaluasi setiap SPPG yang menemukan pelanggaran SOP. Kepala SPPG dan mitra yayasan juga akan dipanggil untuk mendapatkan penjelasan dan edukasi mengenai prosedur produksi makanan yang wajib mereka jalankan.
“Kami panggil kepala SPPG-nya, kami panggil juga mitra yayasannya untuk kami berikan edukasi, tapi juga bukan bermaksud menggurui atau mencari kesalahan, tapi untuk kebaikan bersama,” ujarnya.
Langkah inspeksi tengah malam tersebut menunjukkan BGN mulai memperketat pengawasan langsung di titik produksi MBG. Pemeriksaan tidak hanya mengandalkan laporan, tetapi juga melihat langsung proses pengolahan makanan ketika dapur menjalankan produksi.
Penulis : Audindra Kusuma
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
