PANDEGLANG – Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) dan status Siaga Level III tidak menghentikan aktivitas nelayan di pesisir Carita, Kabupaten Pandeglang. Demi menghidupi keluarga, mereka tetap menarik perahu ke laut meski rasa khawatir terus mengikuti.
Pantauan di pesisir Pantai Carita, Sabtu (5/9/2026), perahu nelayan masih hilir mudik sejak siang hingga sore. Sebagian nelayan baru kembali setelah mencari ikan, sementara lainnya bersiap kembali melaut.
Namun, para nelayan tidak mengambil risiko dengan mendekati kawasan GAK. Mereka memilih perairan yang lebih dekat dan berada di luar radius bahaya.
Badru, salah seorang nelayan Carita, mengaku kebutuhan keluarga membuatnya tidak bisa berhenti bekerja.
“Mau gimana lagi, Kang. Kalau kita nggak melaut, keluarga di rumah makan apa? Buat memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Badru.
Badru mengakui, erupsi GAK tetap membuatnya waspada. Namun, kehidupan sebagai nelayan membuatnya terbiasa menghadapi aktivitas gunung api di Selat Sunda.
“Kalau dibilang khawatir ya pasti. Mudah-mudahan aman dan selamat. Tapi erupsi Gunung Anak Krakatau sudah biasa bagi kami di sini,” ujarnya.
Para nelayan memilih membatasi jarak tempuh sebagai langkah untuk mengurangi risiko. Mereka tetap mencari ikan di perairan yang dekat dan menghindari kawasan GAK.
“Kita melaut nggak jauh, nggak sampai ke kawasan Gunung Anak Krakatau. Cari ikan di wilayah yang dekat saja,” tegasnya.
Bagi Badru dan nelayan lainnya, melaut bukan sekadar pekerjaan. Dari laut itulah mereka memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Penulis : Mg-Madani Prasetia
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
