Beranda Pemerintahan Entaskan Pengangguran, Pemerintah Pusat Anggarkan 2 Program ke Pesantren di Kota Serang

Entaskan Pengangguran, Pemerintah Pusat Anggarkan 2 Program ke Pesantren di Kota Serang

188
0
Kepala Disnakertrans Kota Serang Akhmad Benbela. (Ade/bantennews)

SERANG – Kementerian Ketenagakerjaan melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Serang akan menganggarkan program padat karya dan Balai Latihan Kerja (BLK) berbasis pesantren Kota Serang. Tepatnya di pesantren pondok Ar-Rahman Lingkungan Tinggar, Kelurahan Tinggar, Kecamatan Curug, Kota Serang.

Program tersebut dilakukan untuk meningkatkan SDM unggul serta mengentaskan pengangguran Kota Serang. Terlebih lagi program tersebut baru pertama kali dilaksanakan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Serang, Ahmad Benbela mengatakan bahwa program tersebut merupakan aspirasi langsung oleh DPR RI kemudian diakses Kementerian Ketenagakerjaan.

“Harus ada yang mengajukan anggaran untuk membangun BLK untuk santri di lingkungan pondok pesantren Ar-Rahman,”ujarnya, Selasa(10/9/2019).

Namun ajuan tersebut sudah disetujui oleh Kementerian Ketenagakerjaan ditambah lagi BLK Pesantren Ar-Rahman tersebut sudah dibangun. “Sudah disetujui bahkan Pemerintah pusat langsung datang untuk meletakkan batu pertama kali di Ar-Rahman,” ucapnya

Lanjut Benbela, ia berharap dengan adanya BLK untuk santri tersebut mampu melengkapi pendidikan serta untuk meningkatkan kemampuan (skill) para santri. “Nanti ada pembekalan untuk santri agar lebih paham, pembekalan tersebut berbagai macam,” ujarnya.

Selain itu, Pemerintah pusat menganggarkan program padat karya tersebut sebesar Rp150 juta. Ia berharap dengan adanya program tersebut dapat dilakukan dengan baik.
“Mudah-mudahan dapat anggaran tersebut digunakan sebaik mungkin agar ke depan Pemerintah Pusat dapat menambah anggaran tersebut,” ujarnya.

Ditambah lagi di lingkungan yang sama masyarakat sekitar dapat dipekerjakan untuk mengerjakan padat karya seperti memperbaiki jalan rusak dan lain-lain “Pekerjaan tersebut dibayar oleh Pemerintah pusat, jadi masyarakat ada aktivitas,” ujarnya.

Kalau pun pondok pesantren hanya saja mendapatkan fasilitas dari hasil padat karya tersebut misal akses menuju pesantren santri dan santriwati dapat ditempuh dengan pengendara roda empat. “Intinya membuka akses jalan untuk santri,” ujarnya

Sementara Walikota Serang, Syafrudin mengatakan dengan adanya program tersebut pihaknya mendukung karena untuk meningkatkan SDM dan mengurangi pengangguran. “Kalau emang itu bagus, saya kira itu positif saya mendukung program tersebut,” ujarnya.

Syafrudin berharap program tersebut apabila sudah dianggarkan dapat terealisasi ditahun 2020. “Semoga terealisasi di tahun 2020,” ujarnya. (Dhe/Red)